Tahanan Kasus Dugaan Penipuan CPNS Gantung Diri di Kamar Mandi Lapas Jambi

Okezone, Azhari Sultan ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 14:01 WIB
Tahanan Kasus Dugaan Penipuan CPNS Gantung Diri di Kamar Mandi Lapas Jambi
Ilustrasi gantung diri. (Foto: AFP)

JAMBI, iNews.id – Tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi dekat masjid. Pria bernama Hariyadi bin Paiman itu merupakan tahanan kasus dugaan penipuan CPNS.

Korban yang berstatus pegawai di Dinas Perhubungan Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) itu pertama kali ditemukan oleh penghuni lapas lain sesudah salat ashar di masjid lapas, Selasa (25/2/2020) kemarin. Hariyadi terlihat hendak salat, tapi dia justru masuk ke kamar mandi dekat masjid.

Korban diduga sengaja mengikat tali di lubang angin pintu kamar mandi itu, lalu menjerat lehernya. Penghuni Lapas Jambi lain menemukan Hariyadi meninggal dunia tergantung dengan kain sarung. Posisi kepalanya menghadap ke dinding.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jambi, Agus Nugroho mengatakan, tahanan tewas merupakan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi. Tahanan kasus dugaan penipuan perekrutan CPNS itu mendekam di Lapas Klas II A Jambi kurang lebih selama dua bulan.

“Korban masih berstatus tahanan, korban pun tahanan titipan Kejari Jambi. Jadi masih tanggung jawab Kejaksaan. Korban ini juga merupakan pegawai di Dinas Perhubungan Tanjungjabung Barat (Tanjabbar). Korban tinggal di Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi,” kata Agus, Rabu (26/2/2020).

Agus menambahkan, sebelum korban mengakhiri hidupnya, dia menunggu suasana sepi. Korban langsung masuk ke kamar mandi dekat masjid hingga akhirnya gantung diri menggunakan sarung. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pihak kepolisian, korban tewas karena gantung diri.

“Kalau melihat di foto tadi, kaki korban tidak menggantung. Kejadian ini seperti memaksakan diri untuk gantung diri, soalnya posisi korban duduk di atas bak mandi,” katanya.


Editor : Maria Christina