Siswa SMP di Papua Tewas Diterkam Buaya, Kaki dan Tangan Hilang

Andrew Vebrian ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 13:35 WIB
Siswa SMP di Papua Tewas Diterkam Buaya, Kaki dan Tangan Hilang
Warga dan petugas polisi mengevakuasi jenazah siswa SMP yang dimakan buaya di Papua (Andrew/iNews)

BINTUNI, iNews.id - Seorang pelajar SMP Negeri Tembuni, Galuh Fonataba (14) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Jumat (3/1/2020). Korban sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Tembuni, sejak Kamis (2/1/2020).

Jenazah korban ditemukan setelah pihak Polres Teluk Bintuni dan warga setempat melakukan pencarian. Saat ditemukan, kondisi korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan tidak utuh lagi. Kepala korban nyaris putus, mata dan telinga sebelah kanan hilang, kedua lengan dan kaki kiri korban juga hilang.

Kaur Bin Ops Sat Sabhara Polres Teluk Bintuni, Ipda Herman Rumfabe mengtakan, korban pertama kali ditemukan sekira pukul 03.00 WIT di kawasan Kali Potong. Lokasi penemuannya ratusan meter ke arah hulu dari TKP korban tenggelam.

"Saat itu, kami dengar bunyi yang cukup keras dari sebelah sungai. Karena kami berada disitu semalaman. Setelah kami senter ke arah bunyi tersebut, korban kami lihat tengah dibanting buaya itu," terang Rumfabe yang dikonfirmasi usai mengevakuasi korban.

BACA JUGA: Buaya Besar yang Kerap Menampakkan Diri di Tanjungjabung Timur Berhasil Diamankan

Rumfabe menambahkan, karena tak punya perahu, timnya hanya bisa memantau dari jauh sambil menunggu warga yang mempunyai perahu datang. Untuk menakuti buaya, beberapa personel beberapa kali melepaskan tembakan.

Selang beberapa jam, sejumlah warga yang menggunakan perahu fiber mendatangi lokasi. Warga kemudian melakukan penyisiran. Hasilnya, warga melihat buaya tersebut berada di tepian sungai. Beberapa warga yang membawa senapan tabung, langsung secara spontan menembak buaya tersebut bertubi-tubi sehingga akhirnya korban dilepaskan.

"Begitu buaya melepas korban, kami sempat menunggu beberapa saat untuk memantau keberadaan buaya itu. Setelah kami rasa sudah aman, sekitar pukul 07.00 WIT korban langsung kami evakuasi untuk ditangani pihak medis," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto