Sikka Mencekam! Warga Kepung Polres Buntut Kaburnya Pemerkosa Siswi SMP
MAUMERE, iNews.id – Suasana di Mapolres Sikka mendadak tegang, Minggu (1/3/2026). Puluhan anggota keluarga besar STN, siswi SMP yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan di Desa Rubit, mendatangi markas kepolisian tersebut dengan penuh amarah.
Kedatangan massa dipicu oleh informasi kaburnya SG, terduga pelaku yang merupakan kakak kelas korban.
Keluarga menuntut pertanggungjawaban kepolisian setelah SG dilaporkan menghilang dari pengawalan saat dibawa untuk berobat ke RSUD TC. Hillers Maumere.
Massa yang terdiri atas kerabat dan warga Desa Rubit mulai memadati area Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka sejak pagi. Mereka merasa kecewa karena seorang tahanan kasus berat bisa melarikan diri dengan mudah saat berada di luar sel.
Fabianus, salah satu perwakilan keluarga korban, menegaskan bahwa pihak keluarga merasa terpukul dengan berita tersebut. Menurutnya, kaburnya pelaku melukai rasa keadilan keluarga yang masih dalam suasana duka.
"Kami datang untuk minta kepastian. Bagaimana bisa tahanan kasus berat bisa lepas saat dibawa berobat? Kami ingin keadilan untuk anak kami yang sudah jadi korban. Polisi harus transparan menangani kasus ini karena ini kasus pembunuhan anak," ujar Fabianus dengan nada tegas.
Tiga orang perwakilan keluarga telah masuk ke ruang SPKT untuk melakukan audiensi dengan pejabat Polres Sikka. Mereka mempertanyakan kronologi detail bagaimana SG bisa lolos dari pengawasan petugas di rumah sakit.
Pihak keluarga menyampaikan kekhawatiran besar bahwa hilangnya SG akan menghambat proses hukum yang sedang berjalan. Mereka mendesak Kapolres Sikka untuk memberikan keterangan resmi yang transparan kepada publik. Selain itu, mengerahkan seluruh personel untuk menangkap kembali SG dalam waktu sesingkat-singkatnya, serta menindak tegas petugas yang dinilai lalai dalam melakukan pengawalan.
Editor: Kastolani Marzuki