Sempat Hubungi Orang Tua, Ini Pesan Terakhir Anggota TNI yang Gugur di Papua

Antara ยท Kamis, 29 Agustus 2019 - 11:15 WIB
Sempat Hubungi Orang Tua, Ini Pesan Terakhir Anggota TNI yang Gugur di Papua
Keluarga Serda Ricson Edi Candra di Jambi mengenang anaknya yang gugur dalam tugas di Papua. (Foto: Antara).

JAMBI, iNews.id - Anggota TNI yang gugur saat mengamankan aksi unjuk rasa anarkis di Kabupaten Deiyai, Papua, sempat menghubungi orang tuanya yang berada di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Keluarga tak menyangka kabar tersebut menjadi pesan terakhir anaknya.

Korban, Serda Ricson Edi Candra, bertugas di Satuan Yonif Kavaleri/Serbu, Kodam II Sriwijaya. Dia warga asal Jambi, namun tinggal bersama dua orang anak dan seorang istri di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

"Dua hari yang lalu sebelum kejadian sempat menelepon dan mengirim pesan singkat (SMS) menanyakan kabar," kata Ayah Serda Ricson Edi Candra, Suardi, di Jalan Nuri 1, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Kamis (29/8/2019).

Dia tak menyangka kabar dari sang anak, Serda Ricson, menjadi pesan terakhirnya sebelum gugur saat mengamankan aksi. Dia meninggal saat bertugas lantaran terkena busur panah dan dibacok massa aksi yang anarkis di Kabupaten Deiyai, Papua.

Pihak keluarga mengaku kaget begitu mengetahui anaknya tewas saat mengamankan kerusuhan di Papua. Serda Ricson meninggalkan dua, yakni bernama Kurniawan kelas 2 SMP dan Syakira Nabila Kirana kelas 3 SD, serta seorang istri, Endang Susilawati.

"Kami terkejut saat kabar kalau dia meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di Papua,"

Serda Ricson merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Suardi dan Armaneli. Sejak menjadi anggota TNI di tahun 2000, dia langsung berdinas di Sumsel. Namun pada 3 Juli lalu, dia diminta menjadi Satgas Operasi Papua - Papua Nugini.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa lanjutan di Kabupaten Deiyai, Papua, berlangsung anarkis pada Rabu (28/8/2019). Massa yang brutal melemparkan panah dan tombak ke arah anggota TNI - Polri yang mengamankan aksi tersebut.

Seorang prajurit TNI AD dikabarkan tewas terkena panah saat pengamanan. Selain itu, dua polisi juga diinformasikan terluka ketika terjadi bentrokan dengan pendemo. Bahkan sebuah senjata api milik petugas dilaporkan hilang.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal