Seharian Terombang-ambing di Laut Lepas, 6 ABK KLM Sahabat Muslim Ditemukan Selamat

Antara ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 21:30 WIB
Seharian Terombang-ambing di Laut Lepas, 6 ABK KLM Sahabat Muslim Ditemukan Selamat
Tim SAR mengevakuasi korban kapal tenggelam. (Foto: Antara)

MATARAM, iNews.id - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil menemukan enam anak buah kapal (ABK) KLM Sahabat Muslim, asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang tenggelam di perairan Pagerungan, Jawa Timur, Kamis (23/7).

Keenam ABK tersebut, yakni Jaidun (nahkoda), Suhaep, Burnai, Istamar, Kamli dan Heriyanto. Seluruhnya berasal dari Kabupaten Bima, NTB.

Mereka sebelumnya terombang-ambing seharian di laut lepas setelah kapal yang ditumpangi tenggelam diterjang ombak.

"Seluruh ABK yang berjumlah enam orang ditemukan oleh petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sepeken, Jawa Timur, bersama unsur terkait, pada Jumat (24/7/2020), sekitar pukul 14.20 WITA," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram, Nanang Sigit PH.

Dia mengatakan, seluruh ABK tersebut ditemukan di sekitar posisi terakhir yang dilaporkan oleh nahkoda kapal, yaitu di utara perairan Pulau Pagerungan, Madura, Jawa Timur, dengan titik koordinat 6° 53' 27” S - 115° 52' 03"E.

"Seluruh ABK itu sudah dievakuasi dengan selamat dan tiba di kantor KSOP Sepeken, Jawa Timur, pada pukul 14.45 WITA," ujar Nanang.

Beberapa jam sebelum ditemukan, Basarnas Mataram mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram yang bertolak dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Jarak lokasi kejadian dari Pelabuhan Lembar sekitar 111, 71 nautical mil.

Selain dari Basarnas Mataram, beberapa instansi lain yang terlibat dalam operasi SAR kecelakaan pelayaran tersebut, yakni KSOP Lembar, KSOP Bima, KSOP Sepeken, Polsek Sepeken, dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Mataram, KLM Sahabat Muslim berangkat dari Pelabuhan Bima pada Kamis (23/7/2020) malam menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun saat melewati perairan Pagerungan, kapal tersebut tenggelam dan seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri menggunakan rakit darurat.

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat membantu pelaksanaan operasi pencarian dan penyelataman," kata Nanang.


Editor : Kastolani Marzuki