SAR Evakuasi 6 Jenazah Korban Longsor Tambang Emang Ilegal di Parigi Moutong

Antara, Jemmy Hendrik · Kamis, 25 Februari 2021 - 23:09:00 WIB
SAR Evakuasi 6 Jenazah Korban Longsor Tambang Emang Ilegal di Parigi Moutong
Tim SAR mengevakuasi jasad korban yang tewas tertimbun longsor di penambangan emas ilegal Parigi Moutong, Sulteng, Kamis (25/2/2021). (Foto: Antara)

PARIGI, iNews.idTim SAR gabungan mengevakuasi enam jenazah korban longsor di penambangan emas tanpa izin (Peti) Desa Buranga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (25/2/2021) sore. Diduga masih ada 4-5 korban lagi yang masih tertimbun dan belum dievakuasi. 

Longsor di penambangan emas ilegal itu terjadi Rabu (24/2/2021) malam didudga menimbun puluhan orang.

Saat ini, proses evakuasi terhadap korban masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pada esok, Jumat (26/2/2021).

"Hingga Pukul 18.00 Wita, kegiatan SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Jumat (26/2) pagi," kata Kepala Kantor SAR atau Basarnas Palu Andrias Hendrik Johanes.

Pada operasi SAR hari kedua, personel SAR bertambah dari sejumlah instansi dan lembaga di antaranya personel Polres Parigi Moutong sejumlah 60 orang, Tagana Parigi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng masing-masing 11 orang, TNI 10 orang, Basarnas Palu 13 orang, BPBD Parigi tujuh orang dan SAR Palang Merah Indonesia (PMI) enam orang.

Lalu, tim juga diperkuat potensi SAR lainnya yakni SAR Songulara dan Vertikal Rescue masing-masing lima orang serta SAR Martin tiga orang.

"Upaya pencarian korban di areal tambang hari ketiga nanti lebih dimaksimalkan, dan kegiatan SAR tetap didukung dengan sejumlah alat berat untuk membantu proses evakuasi, korban yang masih tertimbun longsor atas nama Maskan," ujar Andrias.

Dikemukakannya, Tim SAR juga telah membuka posko informasi untuk mendukung kegiatan operasi di lapangan.

"Setelah dilakukan pengecekan jumlah dan nama-nama korban baik yang selamat maupun meninggal dunia, dinyatakan tidak ada korban baru, selain korban Maskan," kata dia.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2