Rumah Sabu di Lombok, Diracik Ustaz dan Dikendalikan Jenderal

Harikasidi ยท Minggu, 22 November 2020 - 21:52:00 WIB
Rumah Sabu di Lombok, Diracik Ustaz dan Dikendalikan Jenderal
Ditresnarkoba Polda NTB menggerebek rumah produksi sabu di Lombok Timur yang dikelola sang ustaz dan dikendalikan pria bergelar jenderal. (Foto: iNews/Harikasidi)

MATARAM, iNews.id - Rumah produksi sabu di Kabupaten Lombok Timur digerebek tim khusus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB. Dari penggerebekan itu, polisi menangkap pemilik rumah berinisial SA (45) yang dijuluki ustaz, warga Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

SA diketahui yang mengelola dan meracik sabu. Bisnis haram itu ternyata dikelola narapidana yang mendekam di Lapas Kelas II A Mataram. Pria berjuluk Jenderal Yusuf itu pun dijemput petugas di lapas.

Kepala Lapas Mataram, Susanni mengatakan, sang jendral mendapat bahan baku sabu dari Malaysia dan bisnis pabrik sabu rumahan baru dijalankan sebulan.

“Menurut keterangan sang jenderal bahan baku sabu didatangkan dari Malaysia dan bisnis pabrik sabu rumahan baru dijalankan sebulan dengan menjanjikan upah Rp100 juta kepada ustaz,” katanya, Minggu (22/11/2020).

Dia mengatakan, pembongkaran rumah produksi sabu itu berkat peran serta semua elemen masyarakat. “Terima kasih kepada masyarakat yang telah bersama-sama melawan peredaran sabu di NTB yang sudah masuk dalam masa gawat narkoba,” katanya.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, keberadaan rumah produksi narkotika ini berhasil terungkap berkat peran serta masyarakat.

"Jadi tidak ada hentinya, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi untuk masyarakat. Karena terungkapnya rumah produksi sabu-sabu ini berawal dari informasi masyarakat," kata Helmi, Minggu (22/11/2020).

Awalnya, katanya, informasi menyebutkan ada satu lokasi di wilayah Pancor, Kabupaten Lombok Timur, kerap menjadi tempat berkumpulnya para pengedar.

"Kemudian anggota kami bergerak ke lokasi yang disebutkan dan melakukan penangkapan," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki