Riau Darurat Asap! 100 Hektare Lahan Gambut Ludes Terbakar, Alat Berat Ikut Hangus
PELALAWAN, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Kabupaten Pelalawan, Riau, dalam sepekan terakhir. Sedikitnya 100 hektare lahan gambut di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, hangus terbakar. Bahkan, satu unit alat berat jenis excavator yang dikerahkan untuk memadamkan api turut ludes dilalap si jago merah.
Kondisi cuaca ekstrem tanpa hujan selama dua minggu terakhir menyebabkan lahan gambut di wilayah tersebut menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Api dilaporkan mulai muncul sejak Rabu (11/3/2026) siang di lahan milik Koperasi Riau Tani Berkah Sawit (RTBS).
Upaya melokalisasi api sempat dilakukan oleh pihak koperasi dengan menurunkan satu unit excavator. Namun, kencangnya tiupan angin membuat api membesar dengan sangat cepat hingga mengepung alat berat tersebut.
"Angin sangat kencang, api tiba-tiba membesar dan menyambar excavator. Beruntung, operator alat berat berhasil menyelamatkan diri tepat waktu sebelum api menghanguskan seluruh badan mesin," ujar Kapolsek Bunut, AKP Arinal F, Minggu (15/3/2026).
Kepulan asap hitam pekat saat ini menutupi langit Kecamatan Bunut. Mengingat medan yang sulit dan api yang terus meluas, tim gabungan dari BPBD Pelalawan, Manggala Agni, TNI, Polri, serta tim pemadam dari perusahaan seperti PT Adei Plantation Industry dikerahkan ke lokasi.
Tak hanya jalur darat, upaya pemadaman juga dibantu dari udara dengan mengerahkan satu unit helikopter water bombing. Petugas terus berjibaku memadamkan titik api agar tidak merembet lebih jauh ke kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Arara Abadi dan perkebunan warga sekitar.
Polisi Periksa Pengurus Koperasi
Selain fokus pada pemadaman, Polres Pelalawan mulai melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti munculnya api. Sejumlah pengurus koperasi dan pemodal telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
"Penyelidikan sedang berjalan. Kami sudah memeriksa pengurus koperasi dan pihak pemodal terkait kebakaran ini," tegas AKP Arinal.
Di lapangan, tim pemadam menghadapi kendala berat berupa angin kencang dan minimnya sumber air. Perwakilan Damkar PT Adei Plantation Industry, Mardi Sianipar, menyebut bahwa pemadaman di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api bisa menjalar di bawah permukaan tanah.
Editor: Kastolani Marzuki