Retak Tulang Hidung dan Luka di Tangan, Ini Kata Kepsek Korban Aniaya

Jefry Langi ยท Rabu, 14 Februari 2018 - 20:36 WIB
Retak Tulang Hidung dan Luka di Tangan, Ini Kata Kepsek Korban Aniaya
Kepsek SMPN 4 Lolak Astri Tampi yang jadi korban aniaya orang tua murid saat mendapat perawatan di RSUP Prod RD Kandou. (Foto: iNews/Jefri Langi)

MANADO, iNews.id – Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lolak, Bolaang Mongondow (Bolmong), Astri Tampi (57), yang menjadi korban aniaya oleh orang tua murid, Delmart Pokalira (41) masih menjalani perawatan intensif. Dia sudah dirujuk ke Rumah sakit Umum Pusat (RSUP) Prof RD Kandou, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), lantaran mengalami retak tulang hidung dan luka robek di tangan.

Korban juga mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh, akibat pukulan benda tumpul oleh pelaku. “Saya dipukul sebanyak empat kali dengan kaki meja yang terbuat dari besi," kata Astri di ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Prof RD Kandou, Rabu (14/2/2018).

Astri mengaku masih merasakan pusing dan sakit di sekujur tubuhnya. Tangan kirinya masih terpasang infus dan lebih banyak terbaring di ranjangnya. Dia mencoba mengingat, awal penganiayaan kepalanya di benturkan meja kaca hingga pecah berhamburan. Tak puas melihat kondisinya sudah bersimbah darah, pelaku masih menganiaya dengan pukulan benda tumpul. Pelaku juga sempat mengambil pecahan kaca sebelum akhirnya ditahan sejumlah guru lain di lokasi kejadian.

“Kalau boleh di hukum sesuai aturan agar tidak terjadi lagi penganiayaan terhadap guru. Apalagi ini sebenarnya hanya persolan sepele,” ujarnya.

Dengan kondisi terluka, Astri kemudian dilarikan ke Puskesmas Lolak dan dirujuk ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang, Bolmong, hingga akhirnya kembali dirujuk ke RSUP Prof RD Kandou, Manado.

Diketahui, kasus kekerasaan dan penganiayaan itu terjadi pada Selasa 13 Februari 2018. Berawal dari beredarnya foto-foto pascapenganiayaan kepala sekolah di media sosial (medsos) dan menuai kecaman warganet.

Pelaku sendiri sudah berhasil diamankan dan sedang menjalani penyelidikan di Kepolisian Sektor Lolak, Bolaang Mongondow. Pelaku dijerat Pasal 351 tentang Penganiayaan dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw