Puluhan Termos Air dan Tangga Diamankan dari Jalan Tol Tangerang-Merak, Ini Penyebabnya
SERANG, iNews.id - Puluhan termos air dan tangga kayu diamankan dari area Jalan Tol Tangerang - Merak. Penyitaan ini dilakukan Polda Banten bersama PT Astra Infra Toll Tangerang-Merak atau PT Marga Mandala Sakti (MMS), selaku pengelola jalan tol.
Sedikitnya ada 31 termos air yang disita dari masyarakat. Polda Banten dan MMS juga menyita 59 tangga kayu. Tangga-tangga kayu itu disita karena dijadikan alat panjat pagar bagi masyarakat untuk masuk ke areal jalan bebas hambatan Tangerang - Merak. Sementara termos air panas digunakan bagi masyarakat untuk berjualan kopi asongan masuk ke jalan tol.
"Cuma kita sita barang buktinya, ke depan kami tetap lakukan patroli supaya masyarakat bisa sadar," kata Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo pada acara Apel Gerakan Jalan Tol Bebas Hambatan, di Kantor Gerbang Tol Serang Timur, Senin (29/3/2021).
Selain itu juga turut disita lima jembatan kayu dan gubuk-gubuk di beberapa titik di sekitar pagar tembok penyekat Jalan Tol Tangerang - Merak yang biasa digunakan bagi penunggu tangga dan pedagang asongan. Tidak hanya itu, sebanyak 105 kendaraan ditilang oleh PJR karena menurunkan dan menaikkan penumpang di dalam jalan tol.
Kombes Pol Rudy Purnomo mengatakan, dari hasil rekapitulasi data bulanan di Polda Banten, laka lantas di Jalan Tol Tangerang-Merak salah satunya disebabkan angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol.
"Secara aturan hal itu tidak boleh dilakukan karena sangat membahayakan bagi pengguna jalan tol," kata Kombes Pol Rudi Purnomo.
Rudi mengatakan, dari data kecelakaan tersebut, jajaran Polda Banten yang didukung oleh PT MMS dalam sebulan terakhir melakukan penertiban. Penertiban dilakukan terhadap penumpang, parkir liar dan pedagang asongan. Para pelaku juga diimbau supaya tidak mengulangi kembali perbuatannya.
"Kami sudah laksanakan satu bulan penertiban. Mudah-mudahan dengan penindakan ini bisa memberikan kesadaran," ujarnya.
Sementara Presiden Direktur Astra Infra Toll Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti Krist Ade Sudiyono mengatakan, penindakan dilakukan secara humanis.
"Kami tahu kondisi ekonomi ini kan lagi susah, maka dilakukan pendekatan kepada masyarakat, terutama pedagang asongan agar tidak menjalankan usaha yang tidak legal. Mereka berdagang di jalan tol sehingga mengganggu keamanan, bukan hanya bagi pengguna, tapi juga bagi dirinya," ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya sebagai pengelola tol akan mencoba mencarikan solusi agar masyarakat bisa berjualan di tempat yang legal. "Kami cari solusi. Kami cari tempat dan mungkin kami bantu juga," ujarnya.
Menurut Krist, Astra Infra Toll Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti Krist menginginkan jalan bebas hambatan bisa bebas dari naik turun penumpang, pedagang asongan dan parkir liar. Kondisi itu tentunya demi keamanan dan kenyamanan pengguna tol.
"Pada akhirnya bagi masyarakat yang melintas di Jalan Tol Tangerang-Merak bukan hanya aman, nyaman, namun juga bahagia," ujarnya.
Editor: Maria Christina