Provokator Penjarahan Perusahaan Sawit di Kampar Ditangkap Polisi

Banda Haruddin Tanjung ยท Jumat, 30 April 2021 - 10:47:00 WIB
Provokator Penjarahan Perusahaan Sawit di Kampar Ditangkap Polisi
Kondisi mess ketika dijarah

PEKANBARU, iNews.id - Pihak Polres Kampar, Riau, menangkap pelaku penjarahan dan pengancaman di komplek perusahaan PT Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu. Pelaku yang ditangkap adalah MV yang diduga provokator dalam kasus penjarahan tersebut.

"Satu orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Tersangka MV ini merupakan Korlap (Kordinator Lapangan) saat kejadian," kata Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Berry Juana, Kamis (29/4/2021).

Penjarahan di komplek perusahaan PT Langgam Harmuni dilakukan ratusan orang preman. Ratusan karyawan perusahaan perkebunan sawit itu juga diintimidasi. Harta benda karyawan turut dijarah.

AKP Berry menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa puluhan saksi. Mereka yang diperiksa adalah para karyawan perusahaan yang menyaksikan maupun yang menjadi korban langsung.

"Sudah 28 orang kita periksa sebagai saksi. Masih dalam proses," ujarnya.

Di tempat terpisah, kuasa hukum PT Langgam Harmuni, Patar Pangasian, meminta polisi mengusut tuntas kasus penjarahan di areal perusahaan. Selain aktor lapangan, Polres Kampar turut diminta menangkap aktor intelektualnya.

"Kita berharap, aktor utamanya diproses. Kasus tersebut telah membuat trauma bagi karyawan," kata Patar.

Dia menjelaskan, aksi penjarahan, perusakan dan pengancaman terjadi pada 10 Oktober 2020. Saat itu, sekitar 210 karyawan PT Langgam Harmoni yang berada dalam mes terkejut karena kedatangan ratusan massa. 

Jumlahnya massa yang menggeruduk kompleks perusahaan diperkirakan 400 orang. Mereka memaksa karyawan keluar komplek jika tidak akan dianiaya. Setelah melakukan pengusiran, mereka menjarah harta benda seperti uang, perhiasan, kendaraan, dan alat elektronik.

"Saat kejadian, mereka menggunakan senjata tajam. Karyawan ketakutan," ujar Patar.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: