Protes Data BLT di Bima NTB Ricuh, Warga Kejar Lurah dan Segel Kantor Kelurahan

Edy Irawan · Selasa, 12 Mei 2020 - 17:15 WIB
Protes Data BLT di Bima NTB Ricuh, Warga Kejar Lurah dan Segel Kantor Kelurahan
Warga Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Bima, NTB menyegel kantor kelurahan memprotes data penerima BLT yang tidak sesuai. (Foto: iNews/Edy Irawan)

BIMA, iNews.id – Aksi protes data penerima dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak wabah Covid-19 di Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (12/5/2020) berujung ricuh.

Warga yang tidak terdata berunjuk rasa di kantor kelurahan. Aksi itu sebagai bentuk protes atas dugaan nepotisme dan ketidak transparansinya pendataan warga penerima BLT.

Warga yang emosi kemudian menyegel kantor lurah dan melempar kaca jendela hingga pecah berserakan.

Belum puas, warga menyerang lurah dan petugas pendataan BLT dari Dinas Sosial Pemkot Bima. Beruntung keduanya segera diamankan petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Untuk menghindari amukan massa, lurah dan petugas pendataan tersebut langsung dievakuasi oleh aparat dengan menggunakan mobil pengendali massa (dalmas) Satpol PP Bima.

Beberapa warga yang terlalu emosi sempat melempari mobil dalmas Satpol P dengan batu.

Warga Sadia, Bigen mengatakan, dari data 116 penerima BLT di Kelurahan Sadia, 29 di antaranya yang merupakan data cadangan atau tambahan tak lain adalah warga satu keturunan yang diduga keluarga Lurah Sadia dan keluarga dekat dari petugas pendataan.

“Yang dapat BLT kebanyakan pihak keluarga pak lurah dan petugas BLT. Semestinya BLT itu untuk keluarga tidak mampu,” katanya.

Warga meminta agar Wali Kota Bima segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Lurah Sadia yang dinilai nepotisme dan tidak transparan.


Editor : Kastolani Marzuki