Pesangon Tak Sesuai, Karyawan RS Bhakti Wara yang di-PHK Mengadu ke SPSI

Haryanto ยท Rabu, 09 September 2020 - 16:09 WIB
Pesangon Tak Sesuai, Karyawan RS Bhakti Wara yang di-PHK Mengadu ke SPSI
Para karyawan PHK RS Bhakti Wara Pangkalpinang termenung melihat SK PHK yang dikeluarkan pihak yayasan, Rabu (9/9/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews.id – Puluhan karyawan Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh pihak yayasan rumah sakit, Rabu (9/9/2020). Mereka dikenakan PHK karena yayasan mengalami kesulitan keuangan akibat pandemi Covid-19.

Keputusan pihak yayasan tersebut membuat puluhan karyawan tak kuasa menahan tangis saat mengetahui mereka menerima surat PHK.

Puluhan karyawan yang mayoritas kaum ibu itu tak berbuat banyak dan hanya bisa menerima saat disodori surat keputusan (SK) pemberhentian kerja bermaterai.

Di dalam SK itu tertera nominal uang Rp8,2 juta sebagai uang pesangon yang diberikan secara merata kepada 40 orang karyawan yang di-PHK.

Korban PHK, Yasi Purwanto mengatakan, keputusan yayasan mem-PHK dinilai cacat karena pesangon yang diberikan kepada karyawan tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan berlaku terutama bagi mereka dengan masa kerja di atas delapan tahun.

“Keadaan ini tiba-tiba. Kami dapat surat melalui WA (WhatsApp) untuk kumpul-kumpul. Kami lalu disuruh masuk ruangan empat orang. Ternyata diberikan surat dan isinya angka (nominal uang),” kata Yasi.

Terkait hal itu, kata dia, para karyawan akan melapor kasus PHK itu ke Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) untuk menuntut hak mereka.

Ketua Yayasan RS Bhakti Wara, Ben Sorliam Nasiub mengatakan, yayasan terpaksa melakukan PHK karyawan karena mengalami defisit keuangan akibat pandemi Covid-19.

“Ya, totalnya ada 40 karyawan yang kena PHK. Kami lagi deficit akibat Covid-19,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki