Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang Pecat 40 Karyawan Gara-Gara Terdampak Covid-19

Haryanto ยท Rabu, 09 September 2020 - 15:53 WIB
Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang Pecat 40 Karyawan Gara-Gara Terdampak Covid-19
Para karyawan PHK RS Bhakti Wara Pangkalpinang termenung melihat SK PHK yang dikeluarkan pihak yayasan, Rabu (9/9/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews.id - Yayasan Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 40 orang karyawannya, Rabu (9/9/2020). Pihak yayasan beralasan kebijakan itu terpaksa diambil lantaran rumah sakit mengalami krisis keuangan akibat pandemi Covid-19.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Bhakti Wara, Ben Sorliam Nasiub mengatakan, sebelum dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) PHK, pihaknya telah melakukan sosialisasi lebih dulu. Manajemen juga sudah mencoba bertahan dengan kondisi keuangan yang memburuk karena pandemi Covid-19.

"Kami mencoba untuk bertahan, tapi kondisi keuangan yang defisit tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan dengan kondisi karyawan seperti semula," kata Ben.

Kondisi Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang, Rabu (9/9/2020). (Foto: iNews/Haryanto)
Kondisi Rumah Sakit Bhakti Wara Pangkalpinang, Rabu (9/9/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

Ben mengatakan, pandemi Covid-19 sangat berdampak buruk pada berbagai sektor, termasuk di Rumah Sakit Bhakti Wara. Pandemi ini pula yang memicu mereka melakukan PHK puluhan karyawan.

"Covid-19 telah memorak-porandakan semua sektor. Rumah sakit ini tempat orang sakit, orang berpikir di sana (rumah sakit) sarangnya penyakit, jadi buat orang enggan ke rumah sakit," katanya.

Sementara itu, salah satu karyawan yang di-PHK, Yasi Purwanto, mengaku kecewa dengan sikap yayasan. Sebab, jumlah pesangon yang dia terima tidak sesuai dengan masa kerjanya di rumah sakit itu.

"Di surat PHK kami cuma dapat pesangon dua bulan gaji, sedangkan undang-udang yang berlaku kalau masa kerja sudah di atas delapan tahun, itu dikalikan sembilan bulan gaji untuk pesangonnya. Masak pesangon kami disamakan dengan mereka yang masa kerjanya di bawah lima tahun," kata Yasi.

Seorang karyawan korban PHK menunjukkan SK PHK, Rabu (9/9/2020). (Foto: iNews/Haryanto)
Seorang karyawan korban PHK menunjukkan SK PHK, Rabu (9/9/2020). (Foto: iNews/Haryanto)

Menurutnya, PHK yang dilakukan pihak yayasan terkesan mendadak. Yasi yang bekerja di bidang medis ini sudah lebih dari delapan tahun mengabdi di rumah sakit tersebut.

"Baru kemarin kami dikasih surat melalui pesan WhatsApp. Isi di surat disuruh masuk ke dalam ruangan per orang dan hanya dikasih waktu 10 menit. Ternyata di situ kami di-PHK," katanya.

Dirinya bersama dengan sejumlah karyawan yang di-PHK berencana mengambil tindakan sesuai peraturan berlaku. Mereka telah berkonsultasi dulu dengan salah satu serikat pekerja dan berencana menuntut hak-hak yang belum dibayarkan manajemen rumah sakit.

"Kami masih konsultasi dulu dengan SPSI untuk menuntut hak kami. Dari konsultasi kami, mereka akan membantu seluruhnya dengan keadaan kami seperti saat ini," ujarnya.


Editor : Maria Christina