Penyelundupan 298 Kg Ganja Asal Aceh ke Banten Digagalkan, 2 Pelaku Diamankan BNNP

Antara ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 15:39 WIB
Penyelundupan 298 Kg Ganja Asal Aceh ke Banten Digagalkan, 2 Pelaku Diamankan BNNP
BNNP Banten menunjukan barang bukti ganja 298 kg yang diamankan dari upaya penyelundupan dari Aceh menuju Banten dan Jakarta, di Kantor BNNP Banten di Serang, Kamis (2/7/2020). (Foto: Antara)

SERANG, iNews.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil menggagalkan penyelundupan 298 kilogram (kg) ganja asal Aceh dan mengamankan dua tersangka. Narkoba tersebut rencananya diedarkan pelaku di wilayah Banten dan Jakarta.

Dua tersangka penyeludupan ganja tersebut berinisial GS (27) dan MP (26), asal Bandarlampung. Keduanya diamankan oleh petugas BNN pada Selasa (30/6/2020) di Jalan RE Martadinata Cilegon, Banten, sekitar pukul 00.30 WIB.

"Pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi dari masyarakat akan ada mobil truk yang membawa narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Banten melalui jalur penyeberangan Bakauheni-Merak," kata Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana di Serang, Kamis (2/7/2020).

Tantan mengatakan, kedua pelaku tersebut menyembunyikan ganja ke dalam karung dan disimpan di sela-sela tumpukan peti berisi buah alpukat. "Ganja sebanyak 298 kilogram itu mereka sembunyikan ke dalam karung lalu dicampur dengan buah-buahan jenis alpukat," katanya.

Dari keterangan kedua pelaku, mereka dijanjikan oleh pengirim imbalan Rp25 juta jika berhasil menyeberang ke Banten. BNN Banten masih mengembangkan kasus itu untuk mengetahui jaringan dari kedua pelaku.

"Menurut kedua pelaku, barang bukti yang dibawa akan diedarkan di wilayah Banten dan Jakarta," kata Tantan.

Selain mengamankan 298 bungkus ganja seberat 298 kilogram, petugas BNNP Banten juga mengamankan barang bukti satu unit mobil HINO dengan Nopol F 8830 UK, tiga unit handphone beserta SIM card, dan satu SIM B1 atas nama GS.

"Para tersangka bisa dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 111 ayat (2) JO Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati," kata Tantan.


Editor : Maria Christina