Webinar Leader Talk iNews

Guru Besar UIN Aceh: PSBB Tidak Ada Artinya Tanpa Kesadaran Masyarakat

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 14:58 WIB
Guru Besar UIN Aceh: PSBB Tidak Ada Artinya Tanpa Kesadaran Masyarakat
Webinar Leader Talk iNews bertajuk Jurus Aceh Terhindar dari Covid-19 digelar stasiun televisi iNews dan portal berita iNews.id, Kamis (2/7/2020). (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id - Kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci pengendalian Covid-19 di Aceh. Namun disayangkan muncul kecenderungan belakangan ini protokol mulai diabaikan.

Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh Yusny Saby menuturkan, langkah-langkah pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19 di Aceh sebenarnya sudah tepat. Pemerintah daerah telah bekerja keras agar penyebaran Covid-19 ini tidak meluas.

“Tetapi sekarang kuncinya di masyarakat, mau tidak menerapkan protokol kesehatan. Kalau saya lihat, dulu awal-awal Aceh kecil karena masyarakat takut dengan corona ini,” kata Yusny dalam Webinar Leader Talk iNews bertajuk Jurus Aceh Terhindar dari Covid-19, Kamis (2/7/2020).

Yusny menuturkan, kekhawatirkan itu menjadikan masyarakat sangat tertib untuk membatasi diri. Mereka tidak keluar rumah jika tidak karena kebutuhan mendesak.

Namun, saat ini rasa takut atau kecemasan itu seperti menjadi berkurang. Terlebih dalam situasi yang disebut new normal dan tidak ada lonjakan kasus, masyarakat seakan mengabaikan protokol kesehatan. Di sini peran unsur masyarakat di lapisan tengah juga berperan besar.

“Yang di lapisan tengah ini seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, imam, agar turun tangan menjelaskan kepada masyarakat agar mereka mendengar betapa bahayanya virus corona ini. Ini sekarang sudah 86 (kasus positif), tiap hari bertambah,” ujarnya.

Yusny menekankan, tokoh masyarakat ini diharapkan terus menyosialisasikan sehingga masyarakat di lapisan bawah tidak mengurangi kewaspadaan dan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan sampai ada pelonggaran-pelonggaran sehingga nanti kasus dapat bertambah lagi.

Bagaimana dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Apakah kebijakan pembatasan tersebut dapat efektif mencegah.

“Kalau PSBB dilaksanakan tapi kesadaran tidak ada, sama saja. Jadi sosialisasi intensif langsung ke masyarakat sehingga ada pemahaman, sudahkah mereka menjaga jarak, memakai masker, dan lainnya baru sesudah itu PSBB,” kata dia.

Webinar Leader Talk iNews menghadirkan narasumber Direktur RSUD Zainoel Abidin Aceh Azharuddin, Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus dan Ketua IDI Cabang Aceh Safrizal Rahman. Webinar disiarkan langsung melalui akun Youtube Official iNews dan iNews Portal serta portal berita iNews.id.

Ketua IDI Aceh Safrizal juga mengingatkan potensi ledakan kasus baru jika tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Dia juga menyoroti tes terkait Covid-19 di Aceh yang dirasa masih kurang.

“Kalau kita bandingkan misalnya dengan Sumatera Barat yang telah mencapai 7.000 per 1 juta penduduk, Aceh ini baru 3.000. Ini yang saya kritisi karena masih sangat kurang,” ucap Safrizal.

Dia mengingatkan, kunci dalam mendeteksi dan mengendalikan virus corona yakni 3 T yaitu test, tracing, dan treatment. Pada daerah-daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan, sebisanya dapat dilakukan rapid test. Namun sebenarnya akan lebih baik dimasifkan Real Time PCR.


Editor : Zen Teguh