Penertiban Tambang Ilegal di Babel Ricuh, Polisi Sempat Terima Laporan Wagub Disandera

Antara ยท Minggu, 03 November 2019 - 03:36 WIB
Penertiban Tambang Ilegal di Babel Ricuh, Polisi Sempat Terima Laporan Wagub Disandera
Konferensi pers setelah insiden bentrokan antara Satpol PP Pemprov Babel dengan penambang biji timah di Belitung, Sabtu (2/11/2019). (Foto: Antara)

BELITUNG, iNews.id – Polres Bangka Belitung (Babel) sempat menerima laporan Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah disandera ketika melakukan penertiban aktivitas tambang timah ilegal di wilayah Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung itu. Namun, polisi memastikan orang nomor dua di provinsi itu selamat dalam insiden tersebut.

Saat penertiban itu, terjadi bentrokan antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Babel dan para penambang biji timah, Sabtu sore. Sementara Abdul Fatah juga turut hadir dalam penertiban.

“Alhamdulillah Wakil Gubernur Abdul Fatah tidak ada dipukul dan tidak ada diperlakukan keras oleh penambang biji timah atau masyarakat dalam insiden itu,” kata Kapolres Belitung, AKBP Yudhis Wibisana di Tanjung Pandan, Sabtu malam (2/11/2019).

 

BACA JUGA: 10 Mobil Dinas Pemprov Bangka Belitung Dirusak saat Penertiban Tambang Timah Ilegal

 

Yudhis mengatakan, setelah menerima laporan ada penyanderaan terhadap Wagub Babel, dirinya langsung memerintahkan petugas turun ke lokasi. “Kami mendapatkan laporan tersebut maka saya langsung memerintahkan Kasat Reskrim dan Kasat Sabhara untuk melakukan backup,” ujarnya.

Insiden bentrokan itu mengakibatkan kedua belah pihak mengalami kerugian. Dari pihak penambang, mesin tambang dan peralatan tambang dibakar dan disita. Sementara sejumlah mobil dinas Pemprov Babel juga dirusak dan dibakar para penambang ilegal.

“Ada kerugian berupa perusakan dan pembakaran terhadap kendaraan dinas sebanyak delapan unit,” ujar Kapolres

Selain itu, sebanyak tujuh 20 anggota Satpol PP Babel menjadi korban dari bentrokan tersebut. Tujuh orang sedang mendapatkan perawatan di RSUD Marsidi Judono Belitung.

“Penertiban tersebut memicu emosi sehingga melakukan tindakan anarkistis dan perlawanan terhadap petugas,” katanya.

Sementara itu, Wagub Babel Abdul Fatah di Sijuk, Belitung mengatakan, kegiatan penertiban tambang ilegal tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat.

“Kami menerima laporan terjadi suatu kegiatan tambang ilegal oleh masyarakat. Kami kemudian melakukan pengecekan dan wilayah itu masuk kawasan Hutan Lindung Pantai,” ujarnya.


Editor : Maria Christina