Penemuan Obat Diabetes dari Akar Laban Antarkan 3 Siswi MTsN 1 Sampit ke Turki
Hanuf dan kedua temannya berharap ramuan yang mereka temukan bisa menurunkan angka penderita diabetes, khususnya di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia atau WHO sebelumnya menyebutkan pada tahun 2015 terdapat sekitar 415 juta diabetesi atau penderita diabetes di dunia. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta jiwa pada tahun 2040.
“Kami berharap semoga ramuan ini dikenal banyak masyarakat di Indonesia sehingga bisa menurunkan estimasi penderita diabetes yang hingga 642 juta jiwa itu,” kata Hanuf Nurwiyanti.
Atas prestasi mereka meraih juara pertama dalam ajang NESC 2020, ketiga siswi MTsN 1 Kotim tersebut berhak mewakili Indonesia pada ajang serupa tingkat internasional di Istanbul Turki pada Oktober mendatang. Mereka akan bertolak bersama lima tim lain mewakili Indonesia pada masing-masing kategori.
Pihak sekolah khususnya guru pembimbing terus membantu siswi mereka untuk mempersiapkan diri baik secara teknis maupun mental. Mereka juga berupaya mencari dana untuk keberangkatan karena harus dibiayai secara mandiri.

MTsN 1 Sampit berharap mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun swansta untuk membantu pendanaan. Sebab, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp26 juta per orang. Dana tersebut belum termasuk biaya keberangkatan menuju Jakarta dan kebutuhan lain selama mengikuti kompetisi di Turki.
“Kami berjuang mencari donatur untuk dana keberangkatan kami ke Istanbul, Turki, pada Oktober mendatang,” kata guru pembimbing, Tri Lisdianingsih.
Sementara Kepala MTsN 1 Sampit Djumali juga berharap para siswinya bisa berprestasi hingga di tingkat internasional. Mereka diharapkan bisa membawa nama baik Indonesia serta Kalteng khususnya di Turki nanti. Apalagi, mereka membawa hasil penelitian yang menggunakan sumber daya di provinsi ini, yaitu kayu laban.
“Semoga siswi kami bisa berprestasi di tingkat internasional,“ ujar Djumali.
Editor: Maria Christina