Pemuda di Siak Bunuh Bocah 8 Tahun, Motif Dendam Terhadap Orang Tua Korban

Okezone, Banda Haruddin Tanjung ยท Sabtu, 08 Agustus 2020 - 03:55 WIB
Pemuda di Siak Bunuh Bocah 8 Tahun, Motif Dendam Terhadap Orang Tua Korban
Polres Siak saat ekspose kasus pembunuhan terhadap bocah 8 tahun. (Foto: Okezone/Banda Haruddin Tanjung)

PEKANBARU, iNews.id - Pemuda 24 tahun berinisial MH ditangkap tim gabungan Polsek Tualang dan Polres Siak atas kasus pembunuhan. Dia diamankan usai menghabisi nyawa bocah 8 tahun dengan cara yang keji.

Pelaku menggorok leher korban dengan senjata tajam hingga tewas di semak-semak belakang kuburan Kampung Sebatang Timur Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Usai membunuh korban, dia melarikan diri ke Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya mengatakan, pelaku sebelumnya pernah tinggal menumpang di rumah orang tua korban. Pelaku ini masih satu marga dengan ibu korban, namun keduanya tidak punya hubungan persaudaraan.

Selama tiga bulan tinggal menumpang, pelaku kerap dimarahi orang tua korban hingga dia menaruh dendam.

"Pelaku mengaku membunuh korban karena sering dimarah ayah korban. Motif pembunuhan lantaran pelaku dendam terhadap orang tua korban," ujar Kapolres saat ekspose kasus pembunuhan, Jumat (7/8/2020).

Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani mengungkapkan, pembunuhan tersebut terjadi pada 16 Juli silam. Bermula saat ayah korban melaporkan ke polisi telah kehilangan anaknya.

"Anggota kami melakukan pencarian setelah menerima laporan dan menemukan jasad korban pada 17 Juli lalu," katanya.

Paur Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga menambahkan, pelaku sebelumnya selama  tiga bulan tinggal di rumah korban. Selama hidup menumpang, pelaku mengaku pernah dimarahi dan dipukul orang tua korban.

Misalnya pelaku sering membawa sepeda motor ayah korban tanpa permisi. Jadi mereka sering bertengkar. Karena tidak betah, pelaku pergi dari rumah.

"Pelaku ini dendam. Dia melampiaskan dengan membunuh anak korban," ujar Dedek.


Editor : Donald Karouw