Pemkab Kepulauan Anambas Bahas Solusi Pasokan Listrik untuk Dukung Operasional Tower Telkomsel
ANAMBAS, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menggelar rapat bersama instansi terkait untuk membahas kebutuhan daya listrik operasional 24 jam tower telekomunikasi Telkomsel di Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara. Rapat digelar di Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Minggu (19/11/2020).
Rapat dipimpin langsung oleh Pejabat Smentara (Pjs) Bupati Kepualauan Anambas Eko Sumbaryadi serta turut dihadiri Sekretaris Daerah Sahtiar dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas Japrizal. Perwakilan dari PT PLN (Persero) dan perwakilan dari camat Siantan Utara serta kepala Desa Mubur juga hadir.
Rapat ini bertujuan mencari solusi terbaik untuk kebutuhan suplai daya listrik operasional 24 jam ke tower Telkomsel yang akan dibangun di Desa Mubur. Tower ini dibangun sebagai wujud keseriusan atas komitmen PT Telkomsel melakukan pembangunan site baru dan migrasi dari Satelit ke Palapa Ring Barat. Pembangunan ini untuk meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi seluler dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan proyek strategis infrastruktur jaringan backbone serat optik Palapa Ring Barat (Tol Langit).
Dalam rapat tersebut, Pjs Bupati Kepulauan Anambas Eko Sumbaryadi melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal menyampaikan kepada ULP PLN Tarempa agar dapat mencari solusi dalam menyediakan kebutuhan daya listrik untuk operasional tower Telekomunikasi Telkomsel di Desa Mubur selama 24 jam penuh. Artinya, tidak ada lagi penyalaan listrik secara bergilir kepada masyarakat.
"Listrik 24 jam ini penting agar tower Telkomsel di Desa Mubur dapat beroperasi dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Siantan Utara. Ini juga mengingat listrik dan telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan taraf hidup, ekonomi dan sumber daya manusia," kata Japrizal.
Menjawab permintaan tersebut, ULP PLN Tarempa menyampaikan, pihaknya belum sanggup menyediakan kebutuhan 24 jam sumber daya listrik. Saat ini ULP PLN Tarempa hanya bisa menyediakan kebutuhan 14 jam listrik.
Saat ini PLN sekarang sudah mengupayakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tambahan yang sekarang sudah berada di Tanjungpinang. PLN sedang melakukan pengecekan kelayakan operasi sebelum dikirim ke Desa Mubur. Namun, PLN juga belum dapat beroperasi 24 jam karena terganjal masalah operator pembangkit PLTD tersebut.
"Untuk saat ini, PLN baru sanggup menyediakan kebutuhan suplai daya listrik 14 jam karena ULP PLN Tarempa belum dapat menambah jumlah operator pembangkit tersebut. Artinya, kami masih kekurangan kebutuhan 10 jam. Untuk itu, kami masih mencarikan solusi," kata Japrizal.
Japrizal mengatakan, rapat sebelumnya di UPT3 Tanjung Pinang, kendala kekurangan operator untuk penambahan 10 jam operasional pembangkit PLTD disampaikan oleh kepala PLN cabang Tanjung Pinang. Sekda telah menyampaikan solusi agar pembangkit bisa beroperasi 24 jam di Kecamatan Siantan Utara.
"Kami siap menyediakan tenaga operator. Kami siapkan pegawai honorer/PTT yang paham listrik untuk menjadi tenaga operator di ULP PLN Tarempa. Namun, bukan tenaga PTT yang dimaksud pihak PLN, tapi tenaga ahli yg bersertifikasi di bidang operator kelistrikan,” kata Japrizal.
Japrizal mengatakan, pihaknya menunggu spesifikasi keahlian yang diinginkan PLN. Pemda juga akan terus mencari solusi agar tenaga honorer/PTT yang sebelumnya pernah ditugaskan di Dinas ESDM dapat memenuhi kualifikasi sebagai operator yang diinginkan PLN. Dengan begitu, kendala kebutuhan petugas operator tersebut dapat teratasi.
"Masyarakat Kecamatan Siantan Utara dan layanan tower telekomunikasi pun dapat terlayani dan melayani di sana," katanya.
Japrizal mengungkapkan, kebutuhan 24 jam sumber daya listrik sangat dibutuhkan mengingat listrik merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan untuk meningkatkan taraf hidup, ekonomi, dan sumber daya manusia.
Menanggapi hal tersebut, Manager ULP PLN Tarempa Hendrico membenarkan permintaan pihak pemda saat rapat tindak lanjut demi memenuhi kebutuhan 24 jam sumber daya listrik. ULP PLN Tarempa juga masih mencari solusi.
"Kebutuhan 24 jam sumber daya listrik saat ini masih 14 jam, sumber daya listrik masih kurang 10 jam," katanya.
Editor: Maria Christina