Pelecehan Seksual Siswi SMK di Bolaang Mongondow, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Jefry Langi, Antara ยท Selasa, 10 Maret 2020 - 23:30 WIB
Pelecehan Seksual Siswi SMK di Bolaang Mongondow, Polisi Tetapkan 5 Tersangka
Ilustrasi pelecehan. (Foto: Istimewa)

BOLAANG MONGONDOW, iNews.id – Polisi menetapkan lima pelaku dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang siswi SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut, sebagai tersangka.

Namun, kelima tersangka tidak ditahan, melainkan dikenakan sanksi wajib lapor setiap hari.

"Tidak ada yang ditahan karena para pelaku masih pelajar. Selain itu, orang tua (pelaku) memberikan jaminan," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Jules Abraham Abas, Selasa (10/3/2020).

Dia mengatakan, meski para tersangka tidak ditahan, namun proses hukum tetap berjalan. Lima pelaku adalah tiga siswa dan dua siswi. Tiga siswa tersebut berinisial RM, NP, dan PL. Sementara dua siswi berinisial NR dan PN. "Kelimanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Baik pelaku, maupun korban adalah murid-murid di sebuah SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku melakukan aksinya adalah untuk bercanda di kelas saat menunggu guru masuk.

Atas perbuatannya, kelima pelaku disangkakan melanggar Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun, maksimal 15 tahun kurungan. Beberapa tersangka juga dikenakan pasal tambahan yakni Pasal 55 KUHP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara, Mieke Pangkong mengatakan, kasus perundungan siswi SMK Bolaang Mongondow oleh lima orang teman sekelas bukan bercanda.

“Ini merupakan kasus pelecehan seksual anak di bawah umur yang harus ditindak lanjuti,” katanya.

Sebelumnya beredar di media sosial sebuah video rekaman seorang siswi berpakaian seragam yang tergeletak di lantai sebuah ruangan. Siswi tersebut berupaya memberontak karena bagian tubuhnya digerayangi oleh beberapa siswa dan siswi lainnya. Namun demikian, siswi tersebut tidak bisa melawan karena tangan dan kakinya dipegangi oleh siswa-siswi tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki