Pasien Covid-19 di Aceh Dievakusi Usai Rumahnya Dikepung Tim Gabungan TNI/Polri

Afsah ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09:21 WIB
Pasien Covid-19 di Aceh Dievakusi Usai Rumahnya Dikepung Tim Gabungan TNI/Polri
Anggota TNI/Polri kepung rumah pasien Covid-19 karena tak mau dievakuasi (Afsah/iNews)

ACEH BARAT, iNews.id - Petugas gabungan TNI/Polri bersenjata lengkap mengepung sebuah rumah di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Rumah itu dikepung lantaran empat orang penghuninya positif Covid-19 dan tak mau dievakuasi ke rumah sakit.

Setelah dikepung empat jam lebih, akhirnya satu keluarga di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh itu berhasil dievakuasi. Pasien yang datang dari Jakarta Timur ini mengamuk saat hendak dijemput petugas. Pasien tidak percaya dengan hasil swab dirinya yang dinyatakan positif Covid-19.

“Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan uji swab yang dikeluarkan oleh Laboratorium PCR Balitbangkes Provinsi Aceh,” kata Koordinator Pencegahan dan Tindakan Hukum Covid-19 Aceh Barat Mirsal.

Pantauan di lapangan, Sabtu dini hari (1/8/2020), puluhan personel TNI didatangkan dari Batalyon 116 Garda Samudra dibantu polisi bersenjata lengkap. Upaya evakuasi dimulai dari Jumat (31/7/2020) sore hingga malam. Pasien satu keluarga ini tetap bersikeras menolak dibawa petugas untuk menjalani perawatan medis.

Pasien Covid-19 satu keluarga akhirnya berhasil dievakuasi (Afsah/iNews)
Pasien Covid-19 satu keluarga akhirnya berhasil dievakuasi (Afsah/iNews)

Setelah dibujuk tanpa harus kontak fisik akhirnya, satu keluarga itu menyerah dan bersedia untuk karantina oleh petugas medis. Mereka tampak digiring untuk masuk ke ambulans yang sudah lama terparkir di dekat rumah.

Keempat warga yang dinyatakan positif Covid-19 ini terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak yang merupakan warga Jakarta yang sedang berlebaran Hari Raya Idul Adha di Aceh Barat.

Mirsal mengatakan, dirinya bersyukur karena pasien mau dibawa ke rumah sakit. Sebab jika pasien melakukan perlawananmaka pihaknya terpaksa harus melakukan tindakan paksa.

Akibat adanya empat warga yang positif Covid-19 itu berdampak ebanyak 21 orang warga sekitar terpaksa harus menjalani isolasi mandirisambil menunggu hasil swab. Ini disebabkan keluarga tadi pernah kontak langsung dengan warga.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto