Pakar Psikologi Forensik Curigai Pengakuan Palsu Pelaku Pembunuhan di Cilegon
"Kekerasan seekstrim itu biasanya membuat pelaku ketakutan atau trauma. Apakah pelaku 'segila' itu atau secepat itu menstabilkan guncangan jiwanya hingga bisa beraksi lagi secara profesional? Ini patut dipertanyakan," ujar Reza.
Reza mendukung penuh upaya kepolisian mengungkap kasus ini, namun ia mengingatkan agar proses hukum tetap mengedepankan bukti saintifik. Hingga kini, publik belum melihat adanya pengecekan kecocokan DNA, sidik jari di lokasi pembunuhan, maupun perbandingan sketsa wajah berdasarkan saksi atau CCTV.
"Proses hukum tidak cukup mengandalkan pengakuan. Polisi tetap harus memiliki minimal dua alat bukti yang sah untuk memproses si pencuri sebagai pelaku pembunuhan. Merekayasa cerita atau menanam bukti harus dihindari agar kasus ini terkuak sesuai kenyataannya," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki