OPM Turun Gunung, 790 Warga Pedalaman Papua di Timika Mengungsi

Nathan Making ยท Sabtu, 07 Maret 2020 - 06:36 WIB
OPM Turun Gunung, 790 Warga Pedalaman Papua di Timika Mengungsi
Warga mengungsi ke Polsek Tembagapura karena takut dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) OPM yang mulai turun gunung. (Foto iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Intensitas penembakan dan teror dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) meningkat di Pedalaman Pegunungan Timika, Papua. Akibat, Hingga Jumat (6/3/2020) malam, jumlah warga yang mengungsi ke Polsek Tembagapura mencapai sekitar 790 orang. Terdiri atas 370 perempuan dan 320 laki-laki, serta 100 anak-anak

Warga mengungsi karena ketakutan dengan aksi OPM yang turun gunung melakukan penyerangan sejak Senin (2/3/2020). Mereka memilih mengungsi ke Polsek Tembagapura untuk mendapat rasa aman.

"Suasana di kampung sudah tidak nyaman dengan adanya KKSB yang sudah menempati dan mengganggu warga. Mereka meminta makanan dengan paksaan dan menodongkan senjata," ujar Agus Beanal, salah seorang warga.

Dia juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kesigapan TNI dan Polri dalam membantu evakuasi warga pedalaman Papua.

“Kami dibantu aparat mulai dari dini hari hingga terang untuk evakuasi," katanya.

Sementara Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto mengatakan, jumlah pengungsi diperkirakan akan terus bertambah. Informasi yang dia terima, warga Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, Kimbeli dan Banti, akan datang juga untuk mengamankan diri.

"Hasil koordinasi dengan CLO PT Freeport Indonesia, disiapkan 13 bus PT Freeport yang digunakan bagi warga untuk mengungsi ke Timika. Selanjutnya di Timika juga sudah disiapkan kendaraan truk untuk mengantar masyarakat hingga kekediaman mereka di Kota Timika seperti ke SP5, SP 12, Kwamki dan daerah lain,” kata Kapolsek.


Editor : Donald Karouw