Nyawa Jenderal Kopassus Ini Nyaris Melayang Duel dengan Pimpinan Pemberontak

Sindonews, Sucipto ยท Jumat, 02 Juli 2021 - 07:00:00 WIB
Nyawa Jenderal Kopassus Ini Nyaris Melayang Duel dengan Pimpinan Pemberontak
Diaz Hendropriyono mengunggah foto lama ayahnya, AM Hendropriyono bersama Prabowo Subianto pada 1983. (Foto: IG Diaz Hendropriyono).

JAKARTA, iNews.id – Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kerap dilibatkan dalam berbagai misi berat dengan nyawa sebagai taruhannya. Hal itu juga dialami Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Dikutip dari buku “Operasi Sandi Yudha”, diceritakan bagaimana Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono yang saat itu berpangkat Kapten harus merayap sejauh 4,5 kilometer di belantara hutan Kalimantan Utara untuk menangkap pimpinan pasukan Barisan Rakyat (Bara) Sukirjan alias Siauw Ah San. 

Misi penangkapan itu disebut operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) pada 1973 silam. 

Saat itu, Hendropriyono yang berhasil menjangkau persembunyian pimpinan pemberontak tersebut, harus berduel maut dengan Siauw Ah San yang menolak untuk ditangkap. 

Pasukan Korps Baret Merah atau Kopassus. (Foto: Penkopassus).
Pasukan Korps Baret Merah atau Kopassus. (Foto: Penkopassus).

Hendropriyono kemudian memberikan komando untuk menyerbu mendobrak jendela. Sedangkan Abdullah alias Pelda Ahmad Kongsenlani yang lari lebih cepat dan mendahuluinya mendobrak pintu. 

Nahas, perut Kongsenlani sobek oleh bayonet Siauw Ah San. Melihat usus Kongsenlani terburai, Hendropriyono dengan sigap melemparkan pisau komando ke tubuh Siauw Ah San.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3