Modus Janji Nikah, Duda Satu Anak Tega Cabuli Gadis Belia sejak SMP hingga SMA

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 18:04 WIB
Modus Janji Nikah, Duda Satu Anak Tega Cabuli Gadis Belia sejak SMP hingga SMA
Pelaku pencabulan TR (40), warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kobar, Kalteng, ditahan di Polres Kobar. (Foto: iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id - Seorang duda satu anak di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), tega mencabuli gadis belia sejak duduk di bangku SMP hingga saat ini SMA. Modus pelaku menjanjikan menikahi korban yang masih di bawah umur.

Perbuatan bejat pelaku berinisial TR (40), warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), itu terungkap setelah keluarga korban FI (17) mendapat informasi dari korban. FI bercerita, pacarnya TR yang berbeda usia sangat jauh dengan dia, akan melamarnya.

“Setelah ditanya oleh saksi yang merupakan bibi korban, korban mengaku pelaku mencabuli dirinya sejak duduk di bangku SMP, tepatnya sejak Februari 2019. Perbuatan itu berlangsung hingga korban menginjak SMA kelas 10, Juni 2020,” kata Kasatreskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditya Dhani, Minggu (28/6/2020).

Rendra mengatakan, pelaku melakukan perbuatan bejat tersebut di rumah korban yang berada di Kecamatan Arsel. Duda yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan swasta tersebut nekat melakukan hal tak senonoh kepada korban dengan mengeluarkan bujuk rayu. Setiap beraksi, dia berjanji akan melamar korban dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Bermodal rayuan itu, korban yang pada waktu kejadian masih duduk di bangku SMP mau disetubuhi tersangka hingga 50 kali,” ujar Rendra.

Orang tua korban yang merasa tidak terima dengan perbuatan pelaku kemudian membuat laporan pengaduan ke Polres Kobar. Polisi diminta segera menangkap pelaku yang telah mencabuli putri mereka.

“Berdasarkan laporan itu, kami berhasil mengamankan pelaku di rumahnya. Saat kami amankan, pria itu tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya,” ujar Kasat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pergantian UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Editor : Maria Christina