Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam, Tembus Pasar Internasional berkat LinkUMKM BRI
Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Yuli mengenal LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Berbagai pendampingan dan fasilitas yang diperolehnya turut membuka peluang bagi Mlatiwangi untuk mengisi produk di toko oleh-oleh Bandeng Juwana yang berkontribusi terhadap peningkatan omzet usaha.
Saat ini, produk Mlatiwangi dipasarkan melalui galeri sendiri, reseller di toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, marketplace, serta berbagai pameran, di antaranya BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024.
Jangkauan pemasarannya mencakup Semarang, Jakarta, Medan, hingga Papua, bahkan pernah menembus pasar ekspor ke Amsterdam pada 2017 dan Brunei Darussalam pada 2020. Untuk mendukung operasional usaha, Mlatiwangi juga memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan.
Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong percepatan UMKM naik kelas. Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perjalanan Mlatiwangi menunjukkan bagaimana kreativitas dalam mengolah bahan serat alam dapat menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi. Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang unik dan sesuai kebutuhan pasar menjadi salah satu kunci bagi UMKM untukterus berkembang.
“Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah. Kemampuan menjaga kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM.
BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, serta memperluas peluang pengembangan usaha,” tuturnya.
Editor: Rizqa Leony Putri