Miris, Laki-Laki Diduga Gangguan Jiwa di Lombok Barat Tewas Gantung Diri

Antara ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 16:35 WIB
Miris, Laki-Laki Diduga Gangguan Jiwa di Lombok Barat Tewas Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri (dok iNews.id)

LOMBOK BARAT, iNews.id - Warga Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikejutkan dengan adanya temuan sosok mayat laki-laki yang gantung diri. Laki-laki tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.

"Iya, itu mayat laki-laki, warga Dusun Muhajirin," ucap Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari ketika dikonfirmasi, Rabu (26/2/2020).

Menurut Dewi, korban dikenal bernama Sanusi (45), warga Dusun Muhajirin, Desa Langko, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Dewi mengatakan, pihaknya menerima laporan mayat laki-laki tewas gantung diri pada pagi tadi. Petugas Polsek Lingsar kemudian langsung menuju lokasi bersama Tim Inafis Polresta Mataram.

"Berangkat dari informasi kadus, kami bersama Tim Inafis Polresta Mataram langsung menuju TKP," ujarnya.

Dewi mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan olah TKP yang berada di tepi jurang areal perbukitan, tepatnya di dahan pohon mangga, korban gantung diri dengan memanfaatkan seutas tali berwarna putih.

"Jadi dari hasil pemeriksaan, korban murni diduga meninggal akibat gantung diri. Jadi dari keterangan saksi-saksi, korban ini diduga memiliki riwayat gangguan jiwa," ujarnya.

Bahkan, menurut keterangan keluarga korban, sebelum akhirnya meninggal dunia dengan cara gantung diri, korban pada Selasa (25/2/2020) malam, sempat berupaya bunuh diri dengan cara menyayat bagian perutnya.

Percobaan bunuh diri itu dikuatkan dengan adanya dua bekas luka sayat tepat dibagian perut korban.

"Aksi pertama bunuh diri dengan menyayat perutnya itu ketahuan sama keluarganya dan berhasil digagalkan. Tapi dia melarikan diri ke bawah tepi jurang dan melakukan aksi gantung diri," ucapnya.

Menurut Dewi, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Sanusi dan menolak untuk dilakukan proses autopsi. Karena itu jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga.

"Karenanya persoalan ini kita serahkan ke pihak keluarganya. Kini jenazah korban masih disemayamkan di rumah duka," kata Dewi.


Editor : Reza Yunanto