Miris, Kakek di Kendari Tinggal di Tumpukan Seng Selama 30 Tahun

Febriyono Tamenk ยท Minggu, 16 Februari 2020 - 12:32 WIB
Miris, Kakek di Kendari Tinggal di Tumpukan Seng Selama 30 Tahun
La Nggugu (80), warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

KENDARI, iNews.id - La Nggugu (80), warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara ditemukan warga tinggal di tumpukan seng. Hidup sebatang kara, La Nggugu sudah menempati tumpukan seng tersebut selama 30 tahun.

Dari pengamatan tim iNews, tempat tinggal La Nggugu jauh dari kata rumah. Lahan seluas 1x2 meter ditumpuknya dengan seng sebagai atap. Tidak ada kayu untuk menopang seng tersebut. Untuk masuk, kakek ini pun harus membuka satu per satu seng. La Nggugu mengaku harus merayap untuk masuk ke dalam tumpukan seng.

"Iya merangkak, dibuka ini satu-satu," katanya sambil memperlihatkan tempatnya tidur.

Tempat tidur La Nggugu (80), warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)
Tempat tidur La Nggugu (80), warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Foto: iNews/Febriyono Tamenk)

 

Dia akan masuk rumah saat menjelang malam dan keluar pada pagi hari. Sementara untuk hidup sehari-hari, kakek ini memulung botol plastik dan menjadi tukang sapu di rumah makan Pelabuhan Nusantara Kendari.

"Makan saya dikasih sama yang punya rumah makan," katanya.

Dia mengaku seng yang ditumpuk untuk tempat tinggal itu sebagian dibelinya dari hasil memulung.

"Seng ada yang saya beli dari besi-besi tua," ucap La Nggugu.

Namun, selama hidup, kakek La Nggugu tak pernah menyerah dan mengharapkan belas kasih tetangga.

Sementara itu, tetangga La Nggugu Ali mengatakan, mengetahui kondisi tempat tinggal kakek itu semenjak pindah rumah. Ali tinggal tak jauh dari lokasi sang kakek.

"Sebelum saya beli rumah itu, ternyata sudah ada om (La Nggugu) di sini, sudah tinggal," katanya.

Ali mengaku kerap membantu La Nggugu, tapi niatnya selalu ditolak. Dia mengungkapkan, kakek sebatang kara tersebut butuh bantuan dari pemerintah untuk tempat tinggal yang layak.

"Belum ada bantuan (dari pemerintah) ini bangunannya ya dari seng-seng ditumpuk," ujarnya.


Editor : Nani Suherni