Meninggal Tak Wajar, Jenazah Calon Mahasiswi S2 di Mataram Diautopsi

Harikasidi ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 16:30 WIB
Meninggal Tak Wajar, Jenazah Calon Mahasiswi S2 di Mataram Diautopsi
Tim Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dan Polresta Mataram mengautopsi jenazah calon mahasiswi S2 yang ditemukan tewas tergantung di rumah temannya. (Foto: iNews/harikasidi)

MATARAM, iNews.id - Makam calon mahasiswi S-2 Linda Novitasari (23) warga Gomong Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditemukan tewas menggantung di rumah pacarnya di perumahan Royal Jempong dibongkar untuk diautopsi, Senin (3/8/2020). Pembongkaran disaksikan pihak  keluarga dan kerabat korban.

Keluarga korban berharap dengan autops itu polisi dapat mengungkap misteri kematian Linda yang sebelumnya diduga menjadi korban pembunuhan.

Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi budi Astawa mengatakan, autopsi jenazah korban dilakukan atas desakan pihak keluarga karena diduga kematian korban tidak wajar.

“Autopsi jenazah korban ini melibatkan tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universtias Mataram,” katanya.

Kakak korban, Mei Susanti menuturkan, kepergian korban secara mendadak dan tidak wajar membawa duka yang mendalam dan keluarga masih dalam keadaan berkabung.

“Sebelum ditemukan meninggal, adik saya ini sempat berpamitan ke ibu dan bapak mau pergian ke rumah temannya sesama calon mahasiswi pascasarjana pada Kamis, 23 Juli. Jumat tanggal 24 Juli masih komunikasi, tapi pas hari Sabtu, HP-nya sudah tidak aktif,” katanya.

Menurut Mei, pihak keluarga sangat kaget begitu mendapat kabar korban meninggal ditemukan tewas menggantung di rumah pacarnya di kawasan perumahan Royal Jempong Mataram.

“Kami dari pihak kelurga sudah mengikhlaskan kepergian korban, namun  berharap kepada  polisi untuk dapat mengungkap motif dan penyebab kematian adik saya,” katanya.

Sebelumnya, korban ditemukan tewas menggantung di rumah pacarnya di Perumahan Royal, Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu, 25 Juli. Jenazah korban kemudian dimakamkan pihak keluarga, Minggu 26 Juli 2020.


Editor : Kastolani Marzuki