Mayat Perempuan di Bak Truk Ternyata Istri Muda Pengusaha Kayu di Bener Meriah

Yusradi Yusuf ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:30 WIB
Mayat Perempuan di Bak Truk Ternyata Istri Muda Pengusaha Kayu di Bener Meriah
Petugas Polsek Bukit bener meriah mengolah tempat kejadian perkarar mayat perempuan yang ditemukan terikat di bak truk. (Foto: iNews/Yusriadi)

REDELONG, iNews.id – Teka-teki identitas mayat perempuan yang ditemukan dengan kondisi leher terikat di bak truk di Kampung Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu (12/8/2020) terungkap. Korban yakni Arini (35) warga Jalan Mangaan VIII Lk I Desa Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Sumatra Utara. Korban diketahui merupakan istri muda N (40) seorang pengusaha kayu di Kabupaten Bener Meriah.

Kapolsek Bukit Iptu Zufrizal mengatakan, korban kenal dan menikah dengan pengusaha kayu berinisial N di Medan pada tahun 2016 silam. Setelah menikah dengan N korban ikut suami dan menetap di Kampung Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. “N sudah 4 tahun bekeluarga namun mereka belum dikaruniai anak,” katanya.

Pengusaha N telah memiliki sorang istri berinisial M (44) dan dikaruniai satu anak yang saat ini sudah berusia 20 tahun.

Untuk pengembangan kasus tersebut, polisi sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga telah menjemput suami korban dari rumah istri pertama di Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesan.

"Suaminya juga sudah kami jemput dan diamankan di Polsek untuk kita mintai keterangan. Sedangkan jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Munyang Kute," kata Iptu Zufrizal.

Diketahui, warga Kampung Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh digegerkan penemuan mayat perempuan dengan kondisi leher terikat di truk milik suaminya, Rabu (12/8/2020). Belum diketahui penyebab tewasnya korban apakah dibunuh atau bunuh diri.

Jasad korban pertama kali diketahui tetangganya saat akan berangkat ke kebun, Selasa (11/8/2020). Korban saat itu dalam posisi berlutut di samping truk suaminya yang terparkir di depan halaman rumahnya.


Editor : Kastolani Marzuki