Mandikan Jenazah Covid-19, 20 Warga di Nagan Raya Aceh Reaktif

Antara ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 23:00 WIB
Mandikan Jenazah Covid-19, 20 Warga di Nagan Raya Aceh Reaktif
Puluhan warga Nagan raya, Aceh menjalani rapid test seusai memandikan jenazah positif Covid-19. (Foto: Antara)

SUKA MAKMUE, iNews.id - Sebanyak 20 dari 100 warga Desa Serbajadi, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh terkonfirmasi reaktif pada saat menjalani rapid test Covid-19. Tes cepat itu dilakukan setelah mereka memandikan seorang jenazah positif Covid-19 berinisial PR (63), Sabtu (1/8/2020) lalu.

Pasien berinisial PR itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Sultan Iskandar Muda, Nagan Raya.

"Dari 100 orang yang dilakukan tes cepat (rapid test), saat ini yang positif reaktif sebanyak 20 orang," kata Koordinator Dokter Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Nagan Raya, Dr Edi Hidayat, di Suka Makmue, Senin (3/8/2020).

Menurut Edi, hasil tersebut diperoleh setelah tim satgas setempat melakukan tracking kepada sejumlah warga yang memandikan dan menguburkan jenazah tanpa protokol Covid-19 padahal almarhumah meninggal karena Covid-19.

Jenazah PR dimakamkan normal karena hasil swabnya terbit dari Balitbangkes Aceh di Banda Aceh, setelah sehari korban dimakamkan oleh warga di desanya, Minggu (2/8/2020).

Dokter Edi Hidayat menjelaskan, 20 orang yang terkonfirmasi reaktif tersebut saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, sambil menunggu langkah selanjutnya oleh tim gugus.

“Rapid test yang kita lakukan ini juga merupakan upaya dari pemerintah daerah memutus mata rantai sebaran virus corona di masyarakat,” kata Edi Hidayat.

Hingga saat ini sebanyak dua orang warga di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Aceh masing-masing berinisial TK (75) dan PR (63) meninggal dunia karena positif Covid-19.

Keduanya dimakamkan di lokasi berbeda, jenazah TK di lokasi khusus yang disiapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Sedangkan jenazah PR dikebumikan di kompleks pemakaman umum, karena hasil swab terhadap almarhumah terlambat keluar dari Balitbangkes Aceh.


Editor : Kastolani Marzuki