Manajer Rokok di Mamuju Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri

Busman Rasyid ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 14:20 WIB
Manajer Rokok di Mamuju Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri
Manajer rokok di Mamuju ditemukan tewas diduga karena bunuh diri. (Foto: iNews/Busman Rasyid).

MAMUJU, iNews.id - Seorang manajer distributor rokok di Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan tewas dalam posisi tergantung di lantai dua kantornya. Penyebab kematian korban sementara ini diduga karena bunuh diri.

Jasad korban, Evan Joshua (27), pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan di PT Sumber Cipta wilayah Sulbar, Jalan Ir Juanda, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamju, Jumat (24/1/2020).

Kepada polisi, saksi yang juga petugas kebersihan, Sahabiah mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB. Ketika itu dia sedang membersihkan mess. Lalu terdengar suara ponsel berdering dari arah TKP, kamar korban Evan.

BACA JUGA: Ibu Muda di Kolaka Utara Gantung Diri, Diduga Stres Sering Cekcok dengan Suami

"Namun apakah gantung diri atau ada indikasi lain, kami masih dalam proses penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Akp Syamsuriansyah,di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju, Sulbar.

Korban yang merupakan warga asli Jakarta ini didatangkan dari Kota Makassar dan baru dua pekan berada di Kota Mamuju untuk bertugas sebagai manajer PT Sumber Cipta wilayah Sulbar.

Jasad Josuha saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Mamuju untuk proses penyelidikan. Penyidik masih meminta keterangan saksi yang pertama kali mendapati korban tewas di kamarnya.

BACA JUGA: Anak Bunuh Ibu Kandung saat Akan Salat di Sampit, Lalu Umumkan Kematiannya di Masjid

"Kalau nanti dibutuhkan, petugas akan melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan luar terlebih dahulu," ujar dia.

Saat olah TKP, polisi mendapati sejumlah barang di antaranya minuman keras (miras) dengan kadar alkohol 14,8 persen yang sudah habis. Selain itu satu bungkus rokok, korek api, ponsel dan headset.

Dugaan sementara, korban bunuh diri karena depresi. Namun untuk memastikannya petugas masih akan memeriksa kondisi jasad korban, mendalami keterangan saksi, dan hasil olah TKP di lapangan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal