Mahasiswi Tewas dengan Kaki Terikat di Bengkulu Dikenal Baik dan Pendiam

Antara ยท Senin, 09 Desember 2019 - 00:45 WIB
Mahasiswi Tewas dengan Kaki Terikat di Bengkulu Dikenal Baik dan Pendiam
Warga dan petugas mengevakuasi jasad mahasiswi Universitas Bengkulu yang ditemukan terkubur dengan kepala terbungkus karung dan kaki terikat di belakang kos Keluraham Beringin Raya, Kota Bengkulu. (Foto: Antara)

BENGKULU, iNews.id - Wina Mardiani (20) mahasiswi semester V Fakultas Ekonomi, Universitas Bengkulu yang ditemukan tewas terkubur di belakang kamar indekosnya di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu dengan kepala terbungkus karung dan kaki terikat dikenal baik, pendiam dan tertutup.

Sinta Alena, tetangga sebelah kamar korban menuturkan tentang keseharian korban selama tinggal di indekos Pondokan Reza. Korban diketahui sudah tinggal di kamar tersebut sejak awal masuk kuliah atau sekitar tahun 2017.

"Kalau keseharian Wina orangnya memang pendiam dan tertutup. Kalau sama tetangga kalau negur cuma sekedar negur seperlunya aja. Tetapi anaknya baik kok," kata Sinta, Minggu (8/12/2019).

Selama tinggal di indekos itu, Sinta mengaku tidak pernah mendengar atau melihat korban terlibat cekcok atau ribut dengan tetangga atau pun orang lain. Korban juga tak pernah terlihat membawa teman pria ke indekos tersebut.

Hanya, jelas Sinta, beberapa waktu lalu atau sebelum korban dinyatakan menghilang, korban sempat terjatuh saat hendak mengeluarkan motor di dalam area indekos. Korban terjatuh karena tersenggol salah satu orang yang ada di indekos tersebut.

Namun Sinta enggan menyebut siapa orang yang menyenggol korban hingga terjatuh dari motor. Sinta hanya menyebut orang yang menyenggol itu tinggal bagian di bawah area indekos.

Sebagai seorang sahabat, Sinta mengaku tak memiliki firasat bahwa temannya itu akan meninggal dengan cara yang mengenaskan. Namun, Sinta merasa ada beberapa hal yang menjanggal dengan kematian Wina.

Salah satu hal yang menjanggal yang dirasakan Sinta yakni penjaga indekos yang mendadak menghilang saat proses pencarian Wina berlangasung. Kata Sinta, indekos tersebut selama ini dijaga pasangan suami istri.

"Penjaga kosan itu tinggal di bawah. Mereka suami istri dan punya anak satu. Saat kejadian mereka tidak ada lagi. Istri penjaga kosan saat orang sibuk mencari Wina di bawah sekitar jam 4 sore tadi dia pergi dan nitip kunci sama yang nunggu kamar ujung. Katanya dia mau pulang kampung karena orang tuanya kritis di rumah sakit. Kalau suaminya terakhir terlihat kemarin," kata Sinta.


Editor : Kastolani Marzuki