Mahasiswa Aceh Barat yang Tak Pulang Kampung Terima Rp300.000 per Orang dari Pemkab

Antara, Nani Suherni ยท Selasa, 07 April 2020 - 11:10 WIB
Mahasiswa Aceh Barat yang Tak Pulang Kampung Terima Rp300.000 per Orang dari Pemkab
Bupati Aceh Barat Ramli MS saat Rapat Koordinasi dengan para tenaga medis yang menangani Pandemi Covid-19 di Posko Gugus Tugas Covid 19 Aceh Barat, Senin (6/4/2020). (Foto: Pemkab Aceh Barat)

MEULABOH, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, Provinsi Aceh, akan memberikan dana bantuan kepada mahasiswa asal daerah itu yang sedang kuliah di luar daerah sebesar Rp300.000 per orang, selama masa tanggap darurat Covid-19. Syaratnya, para mahasiswa tidak pulang dulu.

Bupati Aceh Barat Ramli MS mengatakan, kebijakan itu juga berlaku bagi mahasiswa asal kabupaten setempat yang saat ini sedang kuliah di luar negeri.

“Pemerintah daerah hanya akan memberikan dana bantuan sebesar Rp300.000 per orang kepada mahasiswa asal Aceh Barat yang tidak pulang ke daerah, selama masa darurat bencana virus corona,” kata Ramli MS di Meulaboh, Senin malam (6/4/2020).

Dana bantuan in diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para mahasiswa selama berada di perantauan. Bantuan itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya untuk tambahan biaya hidup.

Bupati Aceh Barat berharap para mahasiswa yang saat ini sedang berada di luar daerah tetap memfokuskan diri belajar secara daring sesuai dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

Dia juga menegaskan, dalam menghadapi pandemi corona, Pemkab Aceh Barat akan memberikan dana insentif bagi para dokter dan perawat yang terlibat dalam penanganan virus tersebut. Namun, besaran insentif masih didiskusikan bersama para dokter.

Bupati Aceh Barat juga mempersilahkan elemen masyarakat memantau penggunaan dana penanggulangan COVID-19 agar tepat sasaran. Seluruh penggunaan dana tersebut akan disajikan secara transparan dan akuntabel kepada publik, serta tidak ada penggunaan anggaran yang ditutup-tutupi.

“Untuk itu, masyarakat bisa mengakses nya melalui situs di alamat https://covid19.acehbaratkab.go.id/,” kata Ramli MS.

Pemkab Aceh Barat menyiapkan dana Rp13 miliar lebih untuk penanangan Covid-19. Namun, dari jumlah tersebut, baru Rp8 miliar lebih yang rencana penggunaan anggarannya sudah jelas peruntukannya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat, Zulyadimengatakan, rincian rencana penggunaan anggaran untuk penanganan covid 19 tersebut sejauh ini berjumlah Rp8.092.346.800 dengan skala prioritas penggunaan untuk penanganan kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di tahun 2020.

Adapun penggunaan dana tersebut secara rinci digunakan untuk pengadaan bahan medis habis pakai pencegahan Covid-19 sebesar Rp1.332.407.500; pengadaan alat kesehatan pencegahan/penanganan Covid-19 Rp1.452.231.600; bimbingan teknis petugas kesehatan pencegahan Covid-19 Rp154.904.000, pelacakan dan pemantauan kasus Covid-19 sebesar Rp611.400.000.

Kemudian, pengiriman rujukan pengujian spesimen Covid-19 (DAK nonfisik) sebesar Rp20.000.000; pelayanan gawat darurat penanganan kasus Covid-19 Rp726.520.000; pelayanan isolasi PDP/ODP Covid-19 Rp1.420.275.000; promosi kesehatan pencegahan Covid-19 Rp62.200.000; penyehatan lingkungan dalam rangka pencegahan Covid-19 sebesar Rp408.580.000.

Selanjutnya, manajemen pelaksanaan pencegahan virus corona sebesar Rp884.685.000; pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pintu masuk perbatasan dan patroli penertiban Rp696.343.700; pengendalian dan koordinasi percepatan pencegahan/penanganan Covid-19 sebesar Rp322.800.000.

“Angka Rp13 miliar untuk penanangan Covid-19 ini bisa saja bertambah, tergantung kebutuhan di lapangan nantinya," kata Zulyadi.

Sementara berdasarkan data yang dipantau iNews.id di laman STOP COVID-19 ACEH BARAT, hingga Senin (6/4/2020), pasien positif Covid-19 di Aceh Barat masih nihil. Begitu juga dengan pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Untuk Provinsi Aceh, hingga Senin kemarin dilaporkan sudah ada lima kasus pasien positif corona dan satu orang meninggal dunia.


Editor : Maria Christina