BOLMONG, iNews.id - Pencarian korban reruntuhan longsor tambang emas rakyat di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) selama sembilan hari terakhir telah mengevakuasi 45 orang korban. Sebanyak 27 orang meninggal dan 18 korban selamat.
"Korban yang baru-baru ini berhasil dievakuasi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Totalnya ada 45 korban secara keseluruhan dari pencarian di hari pertama," kata Kepala SAR Kota Manado, Djefri DT Mewu, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/3/2019).
45 Korban Longsor Tambang Emas di Bolmong Dievakuasi, 16 Masih Hilang
Jumlah korban meninggal memang bertambah, hingga 27 orang. Angka ini, kata dia, belum termasuk yang masih tertimbun, diperkirakan masih tersisa 15 orang lagi di balik reruntuhan.
Djefri memastikan proses pencarian masih akan terus berlanjut. Tim SAR gabungan juga akan melihat berapa lama lagi masa pencarian korban tersisa. Karena, masih ada 16 pihak keluarga yang melapor kehilangan sanak saudara, diduga tertimbun longsoran.
Ini Identitas 34 Korban Longsor di Bolmong yang Selamat dan Meninggal
"Evaluasi hari ini, serta keputusannya. Sekarang yang terdata kehilangan keluarga, ada 16 orang," ujar dia.
Dia menyatakan, korban yang sudah dievakuasi saat ini sudah berada di RSUD Kotamobagu untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) post-mortem Polda Sulut.
Sebelumnya, penanganan musibah longsor tambang emas rakyat di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong ditetapkan selama 14 hari. Untuk mempermudah proses evakuasi, tim SAR gabungan juga telah menurunkan alat berat.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal