Leleran Lava Gunung Karangetang Tutupi Badan Jalan, 1 Desa Terisolasi

Subhan Sabu ยท Rabu, 06 Februari 2019 - 21:06 WIB
Leleran Lava Gunung Karangetang Tutupi Badan Jalan, 1 Desa Terisolasi
Prajurit TNI AD mengevakuasi warga Desa Batubulan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, yang terisolasi karena jalan desa ditutupi leleran lava Gunung Karangetang, Rabu (6/2/2019). (Foto: iNews/Subhan Sabu)

SITARO, iNews.id – Leleran lava dari kawah Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), terus mengalir, hingga Rabu (6/2/2019). Lava sudah menutupi jalan menuju Kampung Batubulan sehingga masyarakat setempat terisolasi.

Masyarakat Desa Batubulan tidak bisa lagi melewati jalan raya sejak Selasa (5/2/2019). Untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan warga, tim gabungan telah mengevakuasi mereka ke Desa Ondong.

“Kami sudah melakukan evakuasi masyarakat ke Desa Ondong dengan  menggunakan perahu,” kata Danramil 02 Siau Kapten Inf Pitter Masina, Rabu (6/2/2019).

Selain Desa Batubulan, empat desa lainnya di kawasan Gunung Karangetang juga masuk dalam cakupan bencana, yakni Desa Niambangeng, Kawahang, Kiawang dan Desa Hiung, Kecamatan Siau Barat Utara. Hingga kini, sebanyak 112 jiwa dari 33 kepala keluarga (KK) telah engungsi.

“Sebanyak 16 KK dan 54 jiwa mengungsi di Gereja GMIST Nazareth Niambangeng dan sebanyak 17 KK dan 58 jiwa di Kantor Kampung Batubulan,” kata Danramil.

Saat ini, panjang tumpukan leleran lava Gunung Karangetang di Sungai Melebuhe sudah mencapai sekitar 3.500 meter dari puncak kawah II. Di ujung tumpukan leleran lava terjadi penguapan. Lava menimbulkan kepulan asap putih tebal mengepul. Guguran dari pinggiran lava sering terjadi menimbulkan asap coklat, kelabu, terkadang kehitaman tipis sampai tebal.

Sampai Rabu (6/2/2019), pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, visual gunung terlihat jelas. Namun, asap kawah tidak teramati. Asap kebiruan tipis condong dan menyebar di lereng tubuh gunung serta bau belerang tercium lemah sampai di pos.

“Sara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di pos pengamatan gunung api,” ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Api Karangetang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Yudia Prama Tatipang.


Editor : Maria Christina