Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangkaraya Dibatalkan

Antara · Rabu, 11 Maret 2020 - 09:16 WIB
Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangkaraya Dibatalkan
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Raja dan Ratu Belanda menyampaikan turut berduka atas kecelakaan kapal di Sungai Sebangau. (Foto: Antara)

PALANGKARAYA, iNews.id - Rencana kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dibatalkan. Semula mereka akan mengunjungi Palangkaraya 11-13 Maret 2020.

"Rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng dibatalkan karena kita sedang berduka dengan meninggalnya para abdi negara," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Selasa (10/3/2020).

Dia menjelaskan, tadi pagi pihaknya sudah menyampaikan semuanya kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya yang ditugaskan Presiden RI Joko Widodo untuk mendampingi Raja dan Ratu Belanda saat nantinya berkunjung ke Kalteng.

Kemudian dia juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait kondisi daerah terkini, hingga akhirnya rencana kunjungan tersebut dibatalkan dengan kondisi daerah sedang berduka. Pemerintah Belanda juga telah menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi.

"Kami yang menyampaikan kesana bahwa kondisinya sedang berduka. Jangan cari pihak mana yang membatalkan, bahwa keadaannya sedang berduka dan sudah terjadi. Bersama-sama kita doakan yang sudah meninggal diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan agar bersabar," kata Sugianto.

Sebelumnya, Pemprov Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri dan instansi terkait lainnya sudah melaksanakan rapat koordinasi wilayah pengamanan VVIP kunjungan Raja dan Ratu Belanda, bahkan sudah siap menerima kedatangan mereka.

"Mengenai rencana penjadwalan ulang, mudah-mudahan mereka bisa menjadwalkan ulang untuk berkunjung ke Kalteng," katanya.

Diketahui bersama pada Senin (9/3/2020) kemarin terjadi kecelakaan air yaitu tabrakan speedboat yang ditumpangi sejumlah abdi negara yang bertugas memantau lokasi yang direncanakan dikunjungi Raja dan Ratu Belanda di kawasan Taman Nasional Sebangau.

Meski pada akhirnya sebanyak 27 korban kecelakaan semuanya berhasil ditemukan dan dievakuasi, namun pada akhirnya menyisakan duka mendalam karena sebanyak 7 orang diantaranya meninggal dunia.

Saat ini Menteri LHK Siti Nurbaya beserta jajaran didampingi Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mendatangi rumah duka terkait kejadian itu di sejumlah daerah, diantaranya Palangka Raya, Kapuas hingga Katingan.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq