Kronologi Prajurit TNI AD Hilang di Aceh Singkil, Korban Hendak ke Kompi A Yonif 115

Okezone, Robert Fernando H Siregar · Kamis, 20 Februari 2020 - 19:00 WIB
Kronologi Prajurit TNI AD Hilang di Aceh Singkil, Korban Hendak ke Kompi A Yonif 115
Ilustrasi tim sar. (Foto: Istimewa)

SIBOLGA, iNews.id – Prajurit TNI AD, Prada Fakhrul Ridami yang diduga hilang di Perairan Aceh Singkil, Provinsi Aceh, hingga kini dalam dalam proses pencarian. Penduduk Desa Pulai Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil itu hilang sejak Rabu (19/2/2020).

Informasi diperoleh, kronologi hilangnya Prada Fakhrul Ridami berawal saat prajurit TNI AD itu berangkat dari Pulau Banyak menuju Aceh Singkil, Selasa 18 Februari 2020. Dia berangkat sekitar pukul 15.30 WIB, menggunakan boat dengan tujuan Kompi A Yonif 115 di Kecamatan Suro.

Sekitar pukul 21.00 WIB, ayah korban, Ahmad Yani masih berkomunikasi dengan korban. Saat berkomunikasi, korban mengaku sedang makan malam dan persiapan perjalanan darat menuju Kompi.

Namun, Rabu 19 Februari 2020, pukul 17.00 WIB, ayah korban Ahmad Yani mendapatkan kabar dari komandan Kompi mengenai penemuan sepeda motor milik Prada Fakhrul Ridami di Sungai Selok Aceh Singkil. Sementara seragam dinas dan helm milik korban ditemukan di pinggir sungai.

“Ayah korban Ahmad Yani mendapatkan kabar dari komandan Kompi, bahwa telah ditemukan motor dan styrofoam yang diduga milik korban berada di Sungai Selok Aceh Singkil,” kata Komandan Pos SAR Sibolga, Provinsi Sumut, Hari Susanto, Kamis (20/2/2020).

Hari mengatakan, Tim Basarnas Kelas B Nias Pos SAR Sibolga yang mendapat informasi langsung menurunkan tim untuk melakukan pencarian di perairan Sungai Selok, Kecamatan Aceh Singkil. Korban sampai saat ini belum ditemukan. Kondisi sungai tersebut dinilai membahayakan manusia.

Jika korban tidak juga ditemukan hari ini, tim SAR akan melakukan evaluasi kembali apakah korban memang hilang di sungai atau ada unsur lain. Pasalnya, dari keterangan yang dikumpulkan, tidak ada yang melihat korban masuk ke Sungai Selok.

“Evaluasi dilakukan mengingat yang melihat korban masuk ke sungai tidak ada. Yang ada hanya barang korban yang ada di pinggir sungai, yakni motor kendaraan dan kotak piber ikan,” ujar Hari Susanto.


Editor : Maria Christina