Danau Singkarak Meluap hingga 2 Meter, Rumah dan Pertanian di Tanah Datar Terendam

Antara ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 18:30 WIB
Danau Singkarak Meluap hingga 2 Meter, Rumah dan Pertanian di Tanah Datar Terendam
Rumah warga di pinggir Danau Singkarak Jorong Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, terendam luapan air danau, Kamis (20/2/2020). (Foto: Antara)

BATUSANGKAR, iNews.id – Air Danau Singkarak di Jorong Mutiara, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), meluap hingga setinggi dua meter. Akibatnya, permukiman warga dan areal lahan pertanian terendam.

Kondisi Danau Singkarak yang pasang disebabkan tingginya curah hujan sejak satu pekan terakhir di wilayah Tanah Datar. Warga yang tinggal di pinggir danau tidak bisa berbuat apa-apa.

“Curah hujan yang tinggi mengakibatkan lahan pertanian masyarakat, rumah, dan warung warga di Jorong Mutiara terendam air,” kata Wali Jorong Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuah Selatan Erianto, di Danau Singkarak, Kamis (20/2/2020).

Dia menyebutkan, luapan air danau merendam sekitar 2 hektare lahan pertanian dan dipastikan gagal panen. Berdasarkan perhitungan petani, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau hitungan biasanya dari petani hasilnya 215 katidiang. Kalau dikalikan dengan harga gabah sekarang satu katidiang itu sekitar Rp160.000, berarti mencapai Rp34 juta lebih,” katanya.

Salah seorang warga di Jorong Mutiara Kecamatan Batipuh Selatan Susi membenarkan, meluapnya danau tersebut diakibatkan tingginya curah hujan dalam beberapa hari belakangan.

“Hujan lebat tersebut membuat debit air danau bertambah dan meluap setinggi dua meter hingga menggenangi rumah dan warung warga,” katanya.

Air danau yang meluap tersebut juga berdampak terhadap kunjungan ke objek wisata dan ekonomi warga di daerah tersebut. Biasanya dalam kondisi normal, banyak wisatawan berkunjung sehingga menambah pendapatan dan meningkatkan ekonomi warga setempat.

“Kalau biasanya pendapatan bisa mencapai Rp300.000 per hari, sekarang hanya Rp10 sampai 30.000 saja per hari,” ujarnya.


Editor : Maria Christina