Kronologi Longsor Timbun Ayah-Anak di Rohul, Korban sedang Bangun Pondok

Okezone.com, Yusuf Marpaung, Banda Haruddin Tanjung ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 16:34 WIB
Kronologi Longsor Timbun Ayah-Anak di Rohul, Korban sedang Bangun Pondok
Upaya pencarian dua korban longsor di Rokan Hulu, Riau. (Foto: iNews/Yusuf Marpaung )

PEKANBARU, iNews.idLongsor yang terjadi di Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, menyebabkan dua orang hilang tertimbun. Korban merupakan ayah dan anak, Elipati Zebua (55) dan anaknya Tabezhisoki Zebu (25).

Menurut Paur Humas Polres Rohul, Ipda Feri, informasi adanya longsor ini terlambat dilaporkan kepada petugas. “Kronologinya, longsor terjadi Senin (2/12/2019), beberapa hari kemuadian kami baru dapat informasi dari keluarga,” katanya, Kamis (5/12/2019).

Feri mengatakan, awalnya Elipati Zibua bersama empat anaknya termasuk Tabhezhisoki pergi untuk membuat pondok dan sebagian berburu babi hutan, Senin (2/12/2019). Menjelang malam, ketiga anak korban pamit pulang, sementara dua yang lain tetap tinggal di pondok yang mereka buat.

“Karena tidak ada kabar malam itu, istri Elipati menelpon, namun tidak ada jawaban," katanya.Keesokan harinya, Selasa (3/12/2019) keluarga kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Elipati maupun Tabhezhisoki, namun tetap tidak diangkat. Merekapun kembali menunggu.

BACA JUGA: 2 Warga Hilang Tertimbun Longsor di Rokan Hulu, Pencarian Masih Dilakukan

Karena tidak kunjung ada jawaban dan sudah mulai curiga, salah satu anak korban bernama Febrian Zebua berangkat ke lokasi Rabu (4/12/2019) sore pukul 17.00 WIB. Sampai di lokasi, dia terkejut karena melihat ada longsor.

“Lumpur dan kayu menggeser posisi pondok (rumah singgah) dan ladang mereka. Kedua korban juga tidak terlihat,” katanya.

Kabid Kedaruratan dan Bencana BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan tim terus berupaya mencari korban yang hilang. Hingga Jumat (5/12/2019) siang, korban belum juga ditemukan.

Usaha pencarian dilakukan secara manual dan mendatangkan alat berat. “Medan yang sulit membuat alat berat membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi. Sembari menunggu, tim dan warga terus mencari korban,” katanya, Jumat (6/12/2019).


Editor : Umaya Khusniah