Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Bertambah, Jumlahnya 431 Orang

Himas Puspito Putra, Antara ยท Sabtu, 29 Desember 2018 - 22:42 WIB
Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Bertambah, Jumlahnya 431 Orang
Petugas Basarnas bersama relawan mengevakuasi jenazah korban gelombang tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Korban meninggal akibat tsunami di Selat Sunda terus bertambah. Hingga Sabtu (29/12/2018) petang tadi, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 431 orang. Sementara, 15 orang dinyatakan masih hilang dan ribuan lainnya luka-luka.

Data tersebut dibenarkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Tim pencarian dan pertolongan gabungan terus mencari korban yang berada di bawah puing-puing material hanyutan tsunami," kata Sutopo melalui rilis pers yang diterima iNews.id di Jakarta, Sabtu (29/12/2018).

Sutopo mengatakan tim pencarian dan pertolongan gabungan kembali menemukan jenazah korban di sekitar pantai Pandeglang dan Serang. Selain korban meninggal, 15 orang juga dilaporkan masih hilang, sementara 7.200 orang lainnya mengalami luka-luka dan 46.646 orang mengungsi di berbagai tempat yang tersebar.

BACA JUGA:

Korban Tsunami Selat Sunda Bertambah Jadi 429 Orang dan 1.041 Terluka

Tanggap Darurat Bencana Tsunami Selat Sunda hingga 9 Januari 2019

Korban Tewas Tsunami yang Teridentifikasi di Lampung 116 Orang


"Penanganan pengungsi terus dilakukan dengan mengirimkan bantuan logistik. Tiga helikopter BNPB hilir mudik mengirim bantuan ke beberapa desa di Kecamatan Sumur, Pandeglang," ucapnya.

Sementara itu, tsunami di Selat Sunda juga menyebabkan kerusakan terhadap sejumlah sarana dan prasarana, yaitu 1.527 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 181 rumah rusak ringan. Selain itu, 78 penginapan dan warung, 434 perahu dan kapal serta beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan.

Tsunami Selat Sunda yang diduga akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terjadi pada Sabtu (22/12/2018). Lima kabupaten di dua provinsi terdampak tsunami tersebut, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten serta Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung.


Editor : Himas Puspito Putra