Kisah Mantri BRI di Lombok yang Berhasil Gerakkan Ekonomi Masyarakat Sekitar
“Kami harus mengarahkan sesuai kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, obat, dan lahan baik sewa maupun penambahan. Kami analisis jumlah pinjaman dan memastikan tetap sesuai koridor. Setelah panen, kami arahkan ke investasi. Jadi, meski utamanya pinjaman, kami juga menawarkan produk lain yang sesuai kebutuhan nasabah,” tuturnya.
Menariknya, peran Mala tidak berhenti pada akses keuangan saja. Dia juga sering menjadi penghubung antara para petani dengan pelaku usaha lain yang dapat membantu proses produksi hingga pemasaran hasil panen.
“Selain itu, jika ada nasabah petani yang panen, saya juga yang menghubungkan ke nasabah lain yang mungkin punya penggilingan, atau ke tengkulak, sehingga membantu produksi dan pemasarannya. Ada juga di sini BRILink Agen yang jualan pupuk dan obat, saya bantu distribusinya ke petani-petani yang membutuhkan. Jadi, bisa membantu roda perekonomian masyarakat juga,” tutur Mala.
Selama lebih dari 11 tahun menjalankan peran sebagai Mantri BRI, Mala mengaku merasa bangga dengan profesi yang dijalaninya. Baginya, kebahagiaan terbesar bukan hanya dari kesejahteraan sebagai karyawan, tetapi juga melihat perkembangan para nasabah yang ia dampingi.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah kedekatan emosional dengan nasabah, yang membuatnya merasa disayangi. Hal ini terlihat ketika para nasabah mengaku kehilangan ketika dia hendak pindah tugas, sekaligus menegaskan pandangannya bahwa peran Mantri BRI sebagai ujung tombak perekonomian mikro sangat penting dalam mengedukasi dan mengarahkan masyarakat agar tujuan keuangan tercapai dan roda ekonomi terus berputar.
“Rasanya senang dan bangga sekali melihat perubahan mereka. Dari nasabah yang mungkin sedikit omzetnya, lama-kelamaan jadi besar omzetnya. Dari yang sedikit asetnya, jadi punya mobil, punya rumah. Kita sebagai Mantri sangat senang sekali melihat keberhasilan seperti itu,” imbuh Mala.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengungkapkan peran Mantri BRI seperti yang ditunjukkan oleh Mala merupakan bukti nyata bahwa di BRI, perempuan memiliki kapasitas dan kontribusi yang sangat besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan oleh para Mantri BRI di lapangan. Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Editor: Rizqa Leony Putri