Kisah Inspiratif Jason Sudirdjo, Siswa SMA yang Jadi Pionir Industri Rumah Tangga Minyak Alpukat

Andi Mohammad Ikhbal ยท Kamis, 10 Oktober 2019 - 16:03 WIB
Kisah Inspiratif Jason Sudirdjo, Siswa SMA yang Jadi Pionir Industri Rumah Tangga Minyak Alpukat
Jason Sudirdjo bersama perusahaan rintisannya Avoid saat membantu masyarakat korban gempa Lombok melalui ekonomi kerakyatan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Berawal dari kepedulian terhadap korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2018 silam, Jason Sudirdjo, seorang siswa kelas 2 SMA ACS Jakarta, menggagas ide untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Langkah yang dilakukannya yakni melalui pengembangan industri minyak alpukat.

Perlahan namun pasti, industri rumah tangga yang coba dikembangkannya menjadi pionir dalam hal produksi maupun pemasaran minyak alpukat. Tak hanya di tingkat nasional, namun juga internasional. Bahkan pemasarannya tanpa melalui perantara.

Hal ini sejalan dengan prioritas utamanya dalam membantu Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memulihkan kembali perekonomian Lombok dan Palu pascagempa melalui Industri Rumah Tangga Minyak Alpukat. Saat ini, industri yang digagasnya telah menciptakan ribuan UKM. Produk ini banyak digunakan masyarakat luas sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan mampu enurunkan angka kematian akibat penyakit jantung.

Jason menceritakan ide ini berawal dari kunjungannya ke Lombok untuk membagikan bantuan kepada para korban gempa di Bulan September 2018. Ketika itu, Jason membentuk organisasi nirlaba bernama The Heart For Lombok untuk menghimpun bantuan dan menyalurkannya ke para korban bencana.

Hingga akhirnya, dia bersama para relawan Heart For Lombok pun tiba tanggal 1 September 2018. Mereka kemudian menyalurkan bantuan dalam bentuk terpal, beras, selimut dan memberikan trauma healing bagi anak-anak korban gempa bersama dengan RCTI Peduli.

Pada kunjungannya pascagempa, Jason mendapati kondisi Pulau Lombok yang indah porakporanda. Masyarakat kehilangan tempat tinggal, pekerjaan dan banyak tanaman serta ladang yang hancur.  Para anak-anak banyak yang tidak bersekolah karena gedung sekolah ikut roboh.

“Saat itu saya berkeliling dan melihat banyak petani yang masih giat untuk berusaha di tengah keadaan yang serba kekurangan. Dan di situ saya menemukan begitu banyak pohon alpukat di Lombok.  Saya berjanji kepada diri saya, bahwa saya akan kembali ke Lombok dengan sebuah solusi untuk membangun kembali perekonomian Lombok,” ujarnya, Kamis (10/10/2019).

Jason menuturkan, saat di Lombok empat bulan lalu, dia melihat banyaknya potensi tanaman alpukat. Saat dipelajari, alpukatnya merupakan jenis alpukat mentega yang memiliki kadar lemak tinggi.

"Saya melihat potensi yang sangat besar.  Lombok atau NTB merupakan salah satu penghasil alpukat terbesar di Indonesia sepanjang tahun,” katanya.

Menurutnya, untuk membangkitkan ekonomi pascagempa membutuhkan self-sourcing atau sumber daya alam di sekitar yang dapat menunjang.  Hal itu dinilainya salah satu kunci kebangkitan ekonomi rakyat. Yakni dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar menjadi tiang penyangga kebangkitan ekonomi.

“Yang dibutuhkan diawal itu kemenangan-kemenangan kecil atau quick win untuk membangkitkan ekonomi rakyat dan memproduksi minyak alpukat sangat sederhana dan cepat,” ucapnya.

Selanjutnya, Jason meneliti bersama dengan Indonesia Institute International for Life Science (I3L).  Dari hasil penelitian kadar lemaknya sesuai dengan worldwide best practice yaitu 15%. Di mana berdasarkan hasil research, data FAO tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat ke 4 sebagai produsen atau penghasil alpukat terbesar di dunia.

Namun sayangnya belum ada satupun industri minyak alpukat di Tanah Air.  Di saat yang sama, banyak petani alpukat yang kesulitan menjual hasil produksinya ketika masa panen tiba karena harga yang sangat rendah.

Saat ini, Jason menyiapkan agenda untuk  berkeliling ke sentra-sentra penghasil alpukat di Indonesia, mulai dari NTB, NTT, Sulawesi dan Palu, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Barat, Lampung dan Aceh. Misinya untuk menyosialisasikan Program Gerakan Industri Rumah Tangga Minyak Alpukat.

Bahkan, Jason dan Avoil (perusahaan rintisan yang didirikannya) telah menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan nasional dan international yang menggunakan minyak alpukat. Di bulan Juli 2019, Jason berkunjung ke pabrik pembuatan minyak alpukat di Spanyol untuk menjajaki Penanaman Modal Asing (PMA). Dia juga saat ini sedang menyiapkan pembuatan pabrik di Indonesia dalam skala industri untuk menyerap produksi Industri Rumah Tangga Minyak Alpukat.


Editor : Donald Karouw