Khawatir Gempa Susulan, Warga Adonara NTT Dirikan Tenda Bertahan di Luar Rumah
FLORES TIMUR, iNews.id - Gempa bumi yang mengguncang wilayah tenggara Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (8/4/2026) malam hingga Kamis (9/4/2026) dini hari, masih menyisakan trauma bagi warga di Pulau Adonara. Hingga Kamis pagi, sebagian warga di Desa Terong dan Lamahala memilih tidak kembali ke rumah.
Mereka bertahan di luar dengan mendirikan tenda darurat di halaman untuk mengantisipasi gempa susulan. Pantauan di lokasi, menunjukkan warga masih diliputi kecemasan.
Selain faktor trauma, kerusakan pada sejumlah rumah membuat mereka enggan kembali ke dalam bangunan. Di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Dinding retak, atap runtuh sebagian, hingga bangunan yang tidak lagi layak huni terlihat di sejumlah titik.
Salah satu warga, Husen mengungkapkan kepanikan saat gempa terjadi. “Kami terbangun karena guncangan yang sangat kuat. Semua orang panik dan langsung lari keluar rumah tanpa sempat membawa apa-apa. Untuk sementara ini, kami bangun tenda. Kami bermalam di luar rumah,” kata Husen.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 48 gempa susulan terjadi hingga Kamis pagi. Aktivitas tersebut memperparah kerusakan bangunan dan memperpanjang rasa cemas warga.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan gempa utama terjadi pada Rabu pukul 23.17 WIB dengan magnitudo 4,7. Episenter berada di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka, pada kedalaman 5 kilometer.
Gempa yang tergolong dangkal membuat guncangan terasa kuat di permukaan, sehingga berdampak pada kerusakan bangunan di wilayah sekitar.
Hingga kini, warga masih bertahan di luar rumah dengan perlengkapan seadanya sambil menunggu kondisi kembali aman.
Editor: Kurnia Illahi