Kenang Anaknya, Ayah Herman Sikumbang Sering Menangis dan Tertawa

Agus Suprianto ยท Senin, 24 Desember 2018 - 11:40 WIB
Kenang Anaknya, Ayah Herman Sikumbang Sering Menangis dan Tertawa
Kenangan Herman Sikumbang bersama keluarga. (Foto: iNews/Agus Suprianto).

TIDORE, iNews.id - Suasana duka menyelimuti kediaman orang tua Herman Sikumbang, gitaris band Seventeen yang juga caleg DPR RI dari PKB di Kelurahan Tomagoba, Kota Tidore, Maluku Utara.

Keluarga sekarang masih menunggu kedatangan jenazah Herman yang diterbangkan dari Jakarta pada Senin (24/12/2018) pagi tadi.

Pantauan iNews, ratusan orang datang memadati rumah orang tua Herman. Mulai dari sahabat, kerabat dan keluarga ingin melihat jenazah korban tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam.

Bapak Herman, Syahril Sikumbang mengatakan, terlalu banyak kesan-kesan yang ditinggalnya putranya tersebut. Dia adalah sosok anak yang penurut dan tak pernah sekali pun membangkang orang tua.

"Selalu mengiyakan saja. Tidak pernah membangkang," kata Syahril di kediamannya.

Sampai sekarang dia masih terbayang-bayang bagaimana kondisi Herman saat itu. Saat detik-detik arus gelombang tsunami di Pantai Tanjung Lesung menerjang dirinya yang berada di atas panggung.

"Kadang saya suka menangis kalau ingat Herman. Tapi suka tertawa sendiri, benar-benar seperti orang gila," ujar dia didampingi istri, yang juga Ibunda Herman.

Satu hal yang tak pernah dia lupa dari anaknya itu, kata Syahril, Herman selalu memeluk kedua orang tuanya saat hendak pergi. Bahkan, dia memeluk sampai ke kaki bapak dan ibunya.

Sambil menunggu kedatangan jenazah Herman, sejumlah persiapan telah dilakukan keluarga, salah satunya menggelar pengajian. Pemakaman pun telah disiapkan di belakang rumahnya.

"Jadi, nanti kalau datang (jenazah Herman), akan dilihat dulu sebentar kalau ada yang mau lihat wajahnya untuk terakhir kali, lalu disalatkan, dan langsung dimakamkan di belakang. Tidak usah jauh-jauh," katanya.

Keluarga juga telah menyiapkan kamar jenazah untuk menyemayamkan almarhum. Jasad Herman dijadwalkan tiba di tanah kelahirannya pukul 16.00 WITA, didampingi istri dan anaknya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal