Kelelahan Berenang, Bocah Tenggelam dan Hilang di Sungai Batang Tebo Jambi

Budi Utomo ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 20:47 WIB
Kelelahan Berenang, Bocah Tenggelam dan Hilang di Sungai Batang Tebo Jambi
Tim Basarnas mencari korban tenggelam di Sungai Batang Tebo, Kabupaten Bungo, Jambi, Mingggu (12/7/2020). (Foto: iNews/Budi Utomo)

BUNGO, iNews.id - Seorang bocah bernama Aidil Hamid (14), tenggelam di Sungai Batang Tebo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Minggu (12/7/2020). Korban tenggelam karena diduga kelelahan berenang menyusuri sungai bersama teman-temannya.

Korban Aidik Hamid sempat ditolong oleh temannya. Namun, karena temannya tidak kuat menarik tangan korban, korban akhirnya tenggelam di Sungai Batang Tebo.

Kejadian ini membuat geger warga yang melintas maupun yang tinggal di sepanjang tepi Sungai Batang Tebo. Pencarian korban yang dilakukan tim Basarnas dibantu warga sekitar dilakukan hingga malam hari dan menjadi tontonan warga.

Musibah ini berawal saat korban Aidil Hamid berenang di Sungai Batang Tebo bersama teman-temannya, yakni Renzi (13) dan Deri (16). Mereka warga Kampung Manggis, Kelurahan Manggis, Kecamatan Bathin 3, Kabupaten Bungo.

Setelah sekian lama berenang bersama, korban Aidil Hamid, tampak ingin kembali mendekati temannya Renzi. Namun, korban diduga kelelahan sehingga tidak sanggup berenang lagi untuk menghampiri temannya.

Saat itu, korban sempat berteriak minta tolong. Mendengar suara Aidil, temannya Renzi segera berenang ke arahnya dan sempat meraih tangan korban. Namun, Renzi juga merasa tidak kuat sehingga tangan Aidil terlepas dan korban pun tenggelam.

Kedua teman korban yang cemas karena tidak lagi melihat Aidil Hamid di permukaan air, segera melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga dan pihak kepolisian. Polisi yang mendapat laporan warga mengenai bocah yang tenggelam segera berkordinasi dengan Basarnas Kabupaten Bungo dan langsung mencari korban di sepanjang Sungai Batang Tebo.

"Dia terlihat kelelahan berenang dan meminta tolong. Saya sempat memegang tangannya, tetapi karena berat jadi terlepas," ujar teman korban, Renzi.

Sementara orang tua korban, Yanti berharap anaknya segera ditemukan. Dia ikhlas menerima bagaimana pun kondisi putranya. Dirinya hanya ingin memangku sebentar anaknya tersebut.

"Saya berharap anak saya segera ditemukan. Tolong supaya tim menyelam mencari anak saya. Saya ingin memeluk dia di pangkuan saya, walaupun sebentar, bagaimana pun kondisinya," ujar Yanti.

Saat ini pihak keluarga juga melakukan pengajian di rumah korban agar jasad korban cepat ditemukan.

Pencarian dilakukan sejak pagi hingga malam oleh tim Basarnas, polisi dan dibantu oleh penyelam lokal lokal yang tinggal di sepanjang Sungai Batang Tebo. Namun, korban belum juga ditemukan. Tim gabungan masih berusaha mencari korban.


Editor : Maria Christina