6 Rumah di Parigi Moutong Hanyut Diterjang Banjir, Tak Ada Korban Jiwa

Antara ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 11:08 WIB
6 Rumah di Parigi Moutong Hanyut Diterjang Banjir, Tak Ada Korban Jiwa
Rumah warga hanyut akibat diterjang banjir (Bambang Irawan/iNews)

PARIGI MOUTONG, iNews.id - Sebanyak enam unit rumah di bantaran Sungai Boyantongo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) hanyut terseret banjir. Rumah itu hanyut pada Minggu dinihari (12/7/2020).

"Banjir sudah berlangsung dua hari terakhir, namun puncaknya pada Minggu dini hari menghanyutkan enam unit rumah warga setempat," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Nyoman Adi, Minggu (12/7/2020).

Adi menambahkan, selain enam rumah terdampak, terdapat sekitar 12 unit rumah warga Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan juga terancam hanyut. Rumah itu bisa saja terbawa air jika terjadi banjir susulan.

"Beruntung, tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu," kata dia.

Dia memaparkan saat ini tim BPBD setempat telah membangun posko darurat dan mengevakuasi 18 kepala keluarga yang terdampak. Sejumlah tim lintas sektor telah membantu mendistribusikan bantuan logistik kepada korban banjir.

"Hingga pagi tadi air sudah surut, namun cuaca tidak dapat diprediksi kapan saja bisa hujan. Korban banjir untuk sementara sudah kami evakuasi ke rumah warga yang aman," katanya.

Lebih lanjut Adi mengatakan, saat ini pemerintah kabupaten sudah bersiaga di posko darurat sebagai upaya antisipasi jika kemungkinan buruk terjadi, saat ini cuaca di hulu sungai kapan saja bisa berubah dan berpotensi menyebabkan banjir.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III), Dinas Pekerjaan Umum guna menormalisasi sungai sebagai langkah penanganan cepat banjir di kabupaten tersebut.

Di alur sungai yang sama Desa Olobaru terdapat sejumlah rumah warga juga terancam roboh akibat banjir jika debit air semakin tinggi.

"Bibir sungai terjadi longsor akibat kikisan air sehingga jumlah warga ambruk dan terseret arus. Banjir juga membawa material lumpur dan potongan-potongan kayu," katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto