Kelamaan Belajar di Rumah, Belasan Siswa SMP di Lombok Timur Pilih Menikah Dini

Ramli Nurawang ยท Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:49:00 WIB
Kelamaan Belajar di Rumah, Belasan Siswa SMP di Lombok Timur Pilih Menikah Dini
Sejumlah siswa belajar bersama di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2020). (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id – Belajar dari rumah secara online selama pandemi Covid-19 memunculkan persoalan baru. Di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), belasan siswa memilih menikah dini karena justru menganggap terlalu lama belajar di rumah.

Di salah satu SMP di Lombok Timur, lima siswa dilaporkan menikah selama proses belajar dari rumah. Sayangnya pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah pernikahan anak didiknya. Padahal jauh sebelumnya pihak sekolah telah melakukan sosialiasi agar siswa tidak menikah dini demi masa depan mereka.

“Ini sangat mengejutkan bagi kami karena banyak siswa kami yang menikah. Analisis kami ini ada kaitannya dengan pandemi Covid-19 walaupun memang sebelum pandemi juga ada siswa yang menikah dini. Anak-anak justru mainin HP untuk chatting-chatting,,” kata Kepala Sekolah SDN 5 Denggen Sri Pancarina M, Rabu (19/8/2020).

Kepala Unit Pelayanan Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Lombok Timur Nurhidayati mengatakan, ada 15 kasus pernikahan anak sekolah selama pandemi Covid-19. Sebanyak delapan di antaranya terjadi selama proses belajar dari rumah secara online.

Ironisnya, dari jumlah kasus tersebut, sebagian besar siswa SMP yang masih berusia 13 sampai 14 tahun. “Dari belasan kasus ini, hanya ada dua kasus yang bisa dicegah sehingga tidak terjadi pernikahan dini. Sebagian besar yang menikah siswa SMP,” kata Nurhidayati.

Kasus pernikahan dini yang marak selama pandemi Covid-19 diduga dipengaruhi pengawasan orang tua yang kurang selama proses belajar dari rumah secara daring. Akibatnya handphone yang seharusnya dimanfaatkan untuk belajar secara daring, diduga disalahgunakan untuk chatting dengan pacar sehingga berakhir dengan pernikahan dini.


Editor : Maria Christina