Kasus Positif Corona Ditemukan di Sumbar, Pemprov Siapkan Rp22 Miliar Tangani Covid-19

iNews.id ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 17:18 WIB
Kasus Positif Corona Ditemukan di Sumbar, Pemprov Siapkan Rp22 Miliar Tangani Covid-19
Ilustrasi penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penyebaran virus corona. (Foto iNews)

JAKARTA, iNews.id – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia semakin meluas ke berbagai daerah. Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan mencatat kasus pertama dengan jumlah tiga pasien hari ini, Kamis (26/3/2020).

Data ini diperoleh Laporan Media Harian Covid-19 tanggal 26 Maret 2020, pukul 12.00 WIB. Sementara dari pantauan iNews.id di situs resmi Sumbar Tanggap Corona di Sumbar, jumlah pasien positif corona hingga Kamis ini disebutkan lima orang.

Dalam situs tersebut juga disebutkan, total orang dalam pemantauan (ODP) 818 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 22 orang. Kemudian, pasien yang diperiksa dan hasilnya negatif corona 15 orang dan menunggu hasil 22 orang.

Dari data khusus di Provinsi Sulsel tersebut, kasus meninggal di Sumbar tidak ada. Para pasien posotif corona masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Sumbar.

Pemprov Sumbar saat ini telah menyiapkan Rp22 miliar untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Pemerintah menggeser sejumlah alokasi anggaran dari berbagai sumber.

“Menteri Keuangan Sri Mulyani mengizinkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik digeser untuk penanggulangan corona virus. Ini salah satu sumber anggaran kita saat darurat,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, dikutip dari Antara Selasa (24/3/2020).

Selain itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga mengizinkan untuk menggeser APBD 2020 yang telah ditetapkan untuk kebutuhan darurat. Nantinya akan ada yang diakomodasi dalam APBD Perubahan.

“Kemudian dana tanggap darurat bencana yang ada di Sumbar juga bisa dimanfaatkan sehingga kalau dijumlahkan semua sekitar Rp22 miliar,” kata Irwan.

Anggaran yang tersedia tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan langkah pencegahan penyebaran virus corona sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terpapar virus itu.

“Persoalan saat ini adalah kekurangan alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan. Kita upayakan agar tersedia, salah satunya menggunakan anggaran darurat ini,” kata dia.

Sementara Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto melaporkan, secara total, di Indonesia hingga hari ini kasus positif corona berjumlah 893 atau bertambah 103 pasien. Sementara pasien positif corona yang meninggal dunia sebanyak 20 orang sehingga total secara nasional menjadi 78.

“Ada penambahan kasus dari hari Rabu (25/3/2020) pukul 12.00 WIB sampai hari ini, Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB sebanyak 103 sehingga total menjadi 893,” katanya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta.

Yuri juga menyampaikan ada penambahan pasien sembuh sebanyak empat orang. Jumlah total pasien yang sembuh secara nasional menjadi 35.

Selain di Sumbar, pemerintah mengumumkan kasus positif pertama di dua provinsi lainnya, yaitu di Aceh dengan satu pasien dan satu di Sulawesi Tengah.

Lonjakan penambahan pasien positif terbanyak masih di Jakarta sebanyak 53 orang menjadi 515. Sebanyak 15 dari 20 pasien meninggal juga terjadi di Jakarta. Sehingga pasien meninggal dunia di ibu kota menjadi 46.

Lonjakan signifikan juga terjadi di Sulawesi Selatan sebanyak 14 pasien sehingga menjadi 27, kemudian di Jawa Timur bertambah delapan menjadi 59, Jabar bertambah lima menjadi 78. Jateng bertambah dua menjadi 40, Kalteng bertambah dua jadi enam, Lampung bertambah dua jadi tiga, Riau bertambah satu jadi dua, dan Papua bertambah empat jadi tujuh.

Provinsi lain yang tidak bertambah kasusnya yaitu Bali dengan sembilan kasus, Banten 67 kasus, DIY 16 kasus, Jambi satu kasus, Kalimantan Barat tiga kasus, Kalimantan Timur 11 kasus, Kalimantan Selatan satu kasus, Kepulauan Riau lima kasus.

Lalu, Nusa Tenggara Barat dua kasus, Sumatera Selatan satu kasus, Sulawesi Utara dua kasus, Sumatera Utara delapan kasus, Sulawesi Tenggara tiga kasus, serta masing-masing satu kasus di Mauluku Utara dan Maluku.


Editor : Maria Christina